Di Jepang, menyampaikan pendapat itu bukan soal siapa yang paling benar, tapi bagaimana caranya agar tidak merusak suasana. Karena itu, orang Jepang jarang mengutarakan opini secara blak-blakan. Mereka memilih kosakata yang melembutkan nada, memberi ruang untuk berbeda, dan tidak terdengar menyerang.
Berikut kosakata dan ekspresi yang sering dipakai untuk berpendapat secara aman.
1. 「個人的には」
(Kojinteki ni wa)
Artinya: Secara pribadi…
Ini adalah tameng paling umum saat menyampaikan opini.
Contoh:
個人的には、この案がいいと思います。
Secara pribadi, menurut saya rencana ini bagus.
2. 「〜かなと思っていて」
(…kana to omotte ite)
Artinya: Saya agak berpikir mungkin…
Nada ragu yang disengaja supaya tidak terdengar memaksa.
3. 「一つの考えとしてですが」
(Hitotsu no kangae to shite desu ga)
Artinya: Sebagai salah satu sudut pandang saja…
Menunjukkan bahwa pendapatmu bukan satu-satunya kebenaran.
4. 「どちらかというと」
(Dochira ka to iu to)
Artinya: Kalau dibandingkan, cenderung…
Dipakai saat memilih tanpa menolak pendapat lain.
5. 「〜のような気がします」
(…no you na ki ga shimasu)
Artinya: Rasanya seperti…
Pendapat berbasis perasaan, sangat aman dan lembut.
6. 「少し気になったのは」
(Sukoshi ki ni natta no wa)
Artinya: Hal yang sedikit mengganjal menurut saya…
Cara sopan untuk menyampaikan kritik.
7. 「もしかしたら」
(Moshikashitara)
Artinya: Mungkin saja…
Memberi ruang bahwa pendapatmu bisa salah.
8. 「念のためですが」
(Nen no tame desu ga)
Artinya: Sekadar memastikan saja…
Sering dipakai sebelum menyampaikan pandangan berbeda.
9. 「悪くはないと思うんですが」
(Waruku wa nai to omou n desu ga)
Artinya: Saya rasa tidak buruk, tapi…
Teknik sandwich Jepang sebelum memberi kritik.
10. 「もし可能であれば」
(Moshi kanou de areba)
Artinya: Kalau memungkinkan…
Mengubah pendapat jadi usulan lembut, bukan tuntutan.
11. 「〜という見方もあるかなと」
(…to iu mikata mo aru kana to)
Artinya: Mungkin bisa juga dilihat dari sisi ini…
Pendapat + alternatif tanpa menyalahkan.
12. 「あくまで参考までに」
(Akumade sankou made ni)
Artinya: Hanya sebagai bahan pertimbangan saja…
Dipakai saat tidak ingin pendapatmu dianggap keputusan final.
13. 「私の理解では」
(Watashi no rikai de wa)
Artinya: Sejauh pemahaman saya…
Cara aman menyampaikan opini berbasis pemahaman pribadi.
14. 「〜でもいいかもしれません」
(…demo ii kamo shiremasen)
Artinya: Mungkin tidak apa-apa kalau…
Usulan tanpa tekanan.
15. 「ちょっとだけ意見なんですが」
(Chotto dake iken nan desu ga)
Artinya: Sedikit pendapat saja…
Pendahuluan yang sangat khas Jepang.
Kenapa Harus “Aman” Saat Berpendapat di Jepang?
Karena:
-
perbedaan pendapat = potensi konflik
-
menjaga wa (harmoni) lebih penting
-
opini yang terlalu tegas bisa dianggap tidak dewasa
Makanya, bahasa Jepang punya banyak lapisan pengaman sebelum inti pendapat disampaikan.
Mengutarakan pendapat dalam bahasa Jepang bukan sekadar soal berani bicara, tapi juga soal bagaimana menjaga perasaan dan suasana. Orang Jepang sangat menghargai cara penyampaian yang halus, tidak menghakimi, dan memberi ruang bagi pendapat orang lain. Dengan memilih kosakata yang aman dan bernuansa netral, kita tetap bisa jujur pada pikiran sendiri tanpa terlihat memaksa atau kasar. Semakin sering kamu terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan seperti ini, semakin natural pula caramu berkomunikasi dalam lingkungan kerja, pertemanan, maupun situasi sosial di Jepang. Ingat, dalam bahasa Jepang, cara bicara sering kali sama pentingnya dengan isi yang disampaikan.










