Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

Jakarta Salip Tokyo dan Dhaka sebagai Kota Terpadat Dunia

badge-check


					Jakarta Salip Tokyo dan Dhaka sebagai Kota Terpadat Dunia Perbesar

Jakarta dinobatkan sebagai kota terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 41,9 juta jiwa, disusul oleh Dhaka. Sementara itu, Tokyo turun ke posisi ketiga. Hal ini terjadi seiring pesatnya pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang dan semakin menua-nya populasi Jepang, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang prospek urbanisasi.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pertumbuhan penduduk ibu kota Jepang jauh lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka. Akibatnya, peringkat Tokyo sebagai kota terpadat dunia merosot dari posisi pertama pada tahun 2000 menjadi posisi ketiga pada 2025. Penilaian ini menggunakan metode khusus agar data antarnegara dapat dibandingkan secara adil.

Ke depan, populasi kawasan perkotaan Tokyo diperkirakan akan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Posisinya pun diprediksi turun ke peringkat ketujuh dunia. Pada saat yang sama, Dhaka diperkirakan akan menempati posisi teratas dengan populasi 52,1 juta jiwa, diikuti Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Dalam laporan tersebut, istilah “kota” didefinisikan sebagai wilayah geografis yang saling terhubung, dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total penduduk setidaknya 50.000 jiwa.

Menurut metode yang digunakan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, perhitungan populasi Tokyo hanya mencakup wilayah perkotaan Tokyo serta daerah sekitarnya seperti Prefektur Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Sementara itu, jumlah penduduk resmi Tokyo sebagai satu wilayah administratif sekitar 14 juta jiwa.

Data ini disusun untuk membantu pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan kota. Kemampuan mengelola pertumbuhan kota secara berkelanjutan dinilai penting, tidak hanya bagi penduduknya tetapi juga bagi pencapaian target iklim global.

Saat ini, dunia semakin terkonsentrasi di perkotaan. Sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia tinggal di kota—lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 1950. Antara 2025 hingga 2050, dua pertiga pertumbuhan penduduk global diperkirakan akan terjadi di wilayah perkotaan.

Meski jumlah penduduk Jepang secara keseluruhan berkurang sekitar 4 juta orang antara 2015 hingga 2025, Tokyo masih mencatat pertambahan penduduk lebih dari 300 ribu orang pada periode yang sama.

Namun, dalam beberapa dekade ke depan, semakin banyak negara diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah penduduk kota. Jepang dan China disebut sebagai contoh utama, terutama karena tingkat kelahiran yang rendah dan penurunan populasi secara keseluruhan.

Tokyo dan Seoul menjadi satu-satunya kota di jajaran 10 besar dunia pada 2025 yang diprediksi akan mengalami penurunan jumlah penduduk hingga pertengahan abad ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News