Kecelakaan lalu lintas di Jepang menyebabkan 2.547 orang meninggal dunia sepanjang 2025, menjadi angka terendah sejak data serupa mulai dicatat pada 1948, menurut data kepolisian yang dirilis Selasa.
Jumlah korban tewas ini turun 116 orang atau sekitar 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut masih belum mencapai target pemerintah, yakni menekan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas hingga 2.000 orang atau kurang pada 2025, sebagaimana ditetapkan dalam rencana dasar keselamatan lalu lintas nasional.
Badan Kepolisian Nasional mencatat bahwa kelompok usia 65 tahun ke atas menyumbang 55,9 persen dari total korban meninggal, atau sebanyak 1.423 orang.
Ketua Komisi Keamanan Publik Nasional, Jiro Akama, menyatakan penyesalannya karena target tersebut belum tercapai. Ia mengatakan akan menginstruksikan kepolisian untuk lebih gencar memberikan edukasi keselamatan lalu lintas serta menindak tegas pelanggaran berbahaya, seperti mengemudi dalam keadaan mabuk dan menggunakan ponsel saat berkendara.
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jepang sempat mencapai puncaknya pada 1970 dengan 16.765 kematian, namun sejak 1996 angkanya terus berada di bawah 10.000 per tahun.
Sementara itu, total kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 287.236 kasus, turun 3.659 kasus dari tahun sebelumnya. Jumlah orang yang mengalami luka akibat kecelakaan juga menurun 6.101 orang menjadi 338.294.
Sc : JT







