Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan

badge-check


					Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan Perbesar

Semakin banyak anak muda Jepang berusia sekitar 20 tahun yang memiliki pandangan positif terhadap kencan dan pernikahan. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan penyedia layanan informasi pernikahan.

Survei tersebut dilakukan oleh O-net Inc. yang berbasis di Distrik Chiyoda, Tokyo, dengan melibatkan 274 responden yang lahir antara 2 April 2005 hingga 1 April 2006. Para responden diminta menjawab pertanyaan seputar pandangan mereka mengenai hubungan romantis dan pernikahan.

Saat ditanya apakah mereka memiliki pengalaman berpacaran, 54 persen responden menjawab ya. Angka ini merupakan yang terendah kedua dalam satu dekade terakhir, setelah tahun sebelumnya yang mencatat 53,7 persen.

Perwakilan perusahaan menganalisis bahwa rendahnya angka pengalaman berpacaran ini kemungkinan dipengaruhi oleh masa SMP hingga SMA para responden yang bertepatan dengan pandemi COVID-19. Periode tersebut merupakan fase di mana remaja mulai lebih sadar akan lawan jenis dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu calon pasangan, namun pembatasan sosial selama pandemi membuat interaksi mereka menjadi terbatas.

Di sisi lain, sebanyak 34,3 persen responden menyatakan sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis, meningkat 6,5 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Di kalangan responden laki-laki, angka ini mencatat kenaikan selama dua tahun berturut-turut. Sementara itu, responden yang menyatakan ingin “secara aktif menjalin hubungan ke depannya” mencapai 55,5 persen, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Hal ini diduga karena banyak anak muda kini bersikap lebih proaktif dan memiliki harapan yang lebih kuat setelah kehilangan kesempatan untuk bertemu calon pasangan selama masa pandemi.

Jika melihat tren selama 30 tahun sejak survei ini pertama kali dilakukan, persentase responden yang ingin menikah mencapai puncaknya pada 1997 dengan angka 89,5 persen. Setelah itu, angkanya cenderung bertahan di kisaran 80 persen, sebelum anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah survei pada tahun lalu, yakni 73,2 persen. Dalam survei terbaru ini, angka tersebut sedikit membaik menjadi 75,6 persen.

Terkait alasan ingin menikah, dengan jawaban ganda diperbolehkan, alasan yang paling banyak dipilih adalah “ingin bersama orang yang saya cintai” dengan 52,7 persen, disusul oleh “saya percaya memiliki keluarga akan membawa kebahagiaan” sebesar 43,5 persen.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News