Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

Larangan Merokok di Jalanan Osaka Picu Perbedaan Pendapat, Perokok Minta Area Tambahan

badge-check


					Larangan Merokok di Jalanan Osaka Picu Perbedaan Pendapat, Perokok Minta Area Tambahan Perbesar

Untuk semakin menekan praktik merokok ilegal di tempat umum, para nonperokok di Osaka mendorong penerapan sanksi yang lebih berat, sementara perokok justru meminta penambahan area merokok yang legal, menurut hasil sebuah survei.

Pemerintah Kota Osaka, yang mulai menerapkan larangan merokok di jalan sejak Januari 2025, melakukan survei terhadap 500 pria dan perempuan yang tinggal di kota tersebut mengenai langkah lanjutan yang diperlukan untuk menjaga kebersihan jalanan. Hasil survei tersebut dirilis pada 25 Desember.

Dari 363 responden nonperokok, sebanyak 47,4 persen—yang diperbolehkan memilih lebih dari satu jawaban—menyatakan perlunya kenaikan denda bagi pelanggar larangan merokok di jalan, dari denda saat ini sebesar 1.000 yen (sekitar Rp100 ribu).

Selain itu, 43,0 persen nonperokok meminta pemerintah meningkatkan patroli dan kampanye kesadaran publik untuk menekan kebiasaan merokok di jalan umum.

Di sisi lain, dari 137 perokok yang disurvei, 59,9 persen menyebut bahwa langkah paling mendesak adalah menambah zona khusus merokok, agar perokok memiliki tempat legal untuk merokok.

Pemerintah Kota Osaka berencana terus mengurangi jumlah perokok di jalan melalui berbagai langkah, termasuk menambah 65 area merokok baru.

Hingga 1 November, tercatat 195 area merokok yang dikelola pemerintah kota atau oleh pihak swasta dengan subsidi pemerintah telah tersedia dan dapat digunakan secara gratis.

Pemerintah kota juga melakukan studi mengenai sebaran puntung rokok di jalanan serta tingkat merokok di ruang publik berdasarkan wilayah, guna menentukan area prioritas penanganan.

Berdasarkan hasil studi tersebut, Osaka berencana membangun masing-masing dua area merokok di kawasan perbelanjaan Sennichimae dan Soemoncho-dori di distrik hiburan Minami, yang diketahui memiliki tingkat merokok dan kepadatan puntung rokok yang tinggi.

Jumlah petugas penegak aturan dan asisten yang bertugas menegur perokok di jalan juga akan ditingkatkan dari 85 orang saat ini. Selain itu, penggunaan pengeras suara di area komersial yang ramai untuk meningkatkan kesadaran publik juga sedang dipertimbangkan.

Larangan merokok di jalan ini merupakan bagian dari revisi peraturan daerah yang mulai diberlakukan pada 27 Januari tahun lalu, sebagai upaya mempromosikan Osaka sebagai kota yang bersih menjelang Osaka Kansai Expo.

Osaka menjadi kota besar pertama di Jepang yang melarang merokok di jalan di seluruh wilayah kota, termasuk penggunaan rokok tembakau panas (heated tobacco).

Pemerintah kota mencatat telah memungut denda 1.000 yen dalam 10.925 kasus hingga akhir Oktober.

Setelah larangan diberlakukan, angka perokok di jalan menurun sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan hasil survei tersebut.

Seorang perwakilan dari Biro Lingkungan Hidup Kota Osaka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan kebijakan ini.

“Kami akan terus menjalankan berbagai strategi agar baik perokok maupun nonperokok dapat merasa nyaman,” ujarnya.

Sc : Asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News