Menu

Dark Mode
Pembuat “Dragon Zakura” Dirikan Yayasan Beasiswa Gratis untuk Bantu Siswa Masuk Todai My Hero Academia Hadirkan Anime Pendek Baru “I Am a Hero Too” Musim Panas Ini Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia Tiga WNI Mulai Bertugas sebagai Sopir Bus di Jepang Lewat Visa Tokutei Ginou Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global!

News

Angka Bunuh Diri di Jepang Turun ke Bawah 20 Ribu untuk Pertama Kalinya, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Justru Tertinggi

badge-check


					Angka Bunuh Diri di Jepang Turun ke Bawah 20 Ribu untuk Pertama Kalinya, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Justru Tertinggi Perbesar

Jumlah orang yang meninggal akibat bunuh diri di Jepang pada tahun 2025 tercatat sebanyak 19.097 orang, berdasarkan data sementara pemerintah yang dirilis pada Kamis. Angka ini menjadi yang pertama kali turun di bawah 20.000 orang sejak statistik tersebut mulai dicatat pada tahun 1978.

Namun di sisi lain, jumlah bunuh diri di kalangan pelajar—mulai dari siswa sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas—mencapai 532 kasus, yang merupakan rekor tertinggi untuk dua tahun berturut-turut sejak data pembanding mulai tersedia pada 1980.

Secara keseluruhan, jumlah bunuh diri turun 1.223 kasus dibandingkan angka final tahun sebelumnya, menurut data Kementerian Kesehatan Jepang yang bersumber dari statistik Badan Kepolisian Nasional.

Dari total tersebut, 13.117 kasus terjadi pada pria dan 5.980 pada perempuan. Sementara itu, tingkat bunuh diri—yang dihitung berdasarkan jumlah kasus per 100.000 penduduk—berada di angka 15,4. Data final akan diumumkan secara resmi pada bulan Maret.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya kasus bunuh diri di kalangan pria usia paruh baya dan lansia, serta menurunnya jumlah kasus yang dipicu oleh kegagalan usaha dan masalah utang. Menurutnya, kondisi ekonomi kemungkinan turut berperan dalam tren penurunan tersebut.

Meski begitu, lonjakan kasus di kalangan anak dan remaja kembali menyoroti tantangan serius terkait kesehatan mental pelajar di Jepang, yang masih menjadi perhatian besar pemerintah dan masyarakat.

Sc ; nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pembuat “Dragon Zakura” Dirikan Yayasan Beasiswa Gratis untuk Bantu Siswa Masuk Todai

4 May 2026 - 15:10 WIB

Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia

4 May 2026 - 10:10 WIB

Tiga WNI Mulai Bertugas sebagai Sopir Bus di Jepang Lewat Visa Tokutei Ginou

4 May 2026 - 06:51 WIB

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

1 May 2026 - 12:10 WIB

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Trending on News