Sebuah program baru yang memungkinkan pekerja asing tanpa SIM Jepang mengoperasikan kendaraan angkutan kargo di area parkir pesawat resmi dimulai di Bandara Narita, dekat Tokyo. Program ini diluncurkan sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin parah di sektor operasional bandara.
Program tersebut menjadi yang pertama di Jepang dan secara signifikan memangkas waktu tunggu pekerja asing untuk mulai bekerja. Biasanya, proses konversi SIM asing ke SIM Jepang memakan waktu sekitar enam bulan, namun melalui skema baru ini, proses tersebut tidak lagi diperlukan.
Dua karyawan JAL Ground Service Co., perusahaan grup Japan Airlines yang menangani operasional darat bandara, menjadi peserta pertama yang mendapatkan izin mengemudi pada pertengahan Januari, tak lama setelah program ini dimulai pada bulan sebelumnya.
Salah satunya adalah Thet Wai Phooe, pekerja asal Myanmar berusia 23 tahun. Ia mengaku senang bisa mendapatkan izin mengoperasikan kendaraan lebih cepat dari biasanya dan merasa motivasinya dalam bekerja meningkat.
Meski tidak diwajibkan memiliki SIM Jepang, para pekerja tetap harus menjalani pelatihan khusus terkait operasional ground handling bandara, mengikuti evaluasi di sekolah mengemudi, serta lulus ujian sebelum diizinkan mengemudi di area terbatas. Selain itu, mereka juga diwajibkan mengikuti tes kecakapan mengemudi setiap tahun.
JAL Ground Service menyebutkan bahwa sekitar 15 pekerja asal Myanmar lainnya berencana mengikuti ujian serupa dalam waktu dekat.
Seiring maskapai di Jepang memperluas perekrutan pekerja asing melalui skema visa Specified Skilled Worker, banyak perusahaan menghadapi kendala karena pekerja yang tidak memiliki International Driving Permit sesuai Konvensi Jenewa tidak bisa langsung bekerja. Program baru ini diharapkan menjadi solusi praktis untuk menjaga kelancaran operasional bandara.
Sc : mainichi







