Menu

Dark Mode
Film Doraemon 2026 Hadirkan Pemutaran 4D untuk Pertama Kalinya Bukan J-Pop! Gundam Hathaway Pakai Lagu Legendaris Guns N’ Roses untuk Ending Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya Anime Chainsmoker Cat Diumumkan, Tayang Juli Tahun Ini Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang

News

Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya

badge-check


					Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Minggu memberikan klarifikasi atas pernyataannya sehari sebelumnya yang dinilai seolah mendukung pelemahan nilai tukar yen, di tengah kekhawatiran akan gejolak pasar ketika perdagangan dibuka kembali.

Dalam pidatonya pada aksi kampanye jalanan di Kota Kawasaki, dekat Tokyo, Sabtu lalu, Takaichi memuji pelemahan yen karena dinilai menguntungkan sektor ekspor serta meningkatkan keuntungan dari Dana Khusus Valuta Asing milik pemerintah. Namun, ia tidak menyinggung dampak negatif yen lemah terhadap kenaikan harga barang konsumsi.

Sehari setelahnya, Takaichi menulis klarifikasi melalui media sosial dalam bahasa Jepang dan Inggris, dengan menyatakan bahwa “sebagian media telah salah memahami pernyataannya.”

Ia menegaskan bahwa maksud ucapannya bukan untuk menilai apakah penguatan atau pelemahan yen itu baik atau buruk, melainkan menekankan pentingnya membangun ekonomi yang kuat dan tahan terhadap fluktuasi nilai tukar.

“Sambil pemerintah terus memantau perkembangan pasar keuangan, termasuk pasar valuta asing, saya menahan diri untuk tidak memberikan komentar spesifik terkait pergerakan nilai tukar dalam kapasitas saya sebagai perdana menteri,” tulisnya.

Namun, pernyataan ini dinilai bertentangan dengan ucapannya pada Sabtu, ketika ia mengatakan bahwa meski banyak yang menganggap yen lemah sebagai hal buruk, kondisi tersebut justru menjadi peluang besar bagi industri ekspor, serta membuat pengelolaan Dana Khusus Valuta Asing pemerintah “berjalan sangat baik.”

Yen yang melemah memang membuat produk Jepang lebih murah di luar negeri dan meningkatkan nilai pendapatan luar negeri dalam mata uang yen. Namun di sisi lain, kondisi ini mendorong kenaikan harga impor. Jepang yang miskin sumber daya sangat bergantung pada impor, terutama untuk kebutuhan pangan dan energi.

Takaichi juga menyinggung bahwa yen sempat berada pada level kuat saat pemerintahan Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang kini telah bubar, dan menyatakan belum tentu mata uang yang kuat atau lemah selalu lebih baik. Meski demikian, ia tidak menyinggung kekhawatiran bahwa pelemahan yen dapat memicu inflasi.

Dana Khusus Valuta Asing sendiri merupakan aset mata uang yang dikelola pemerintah untuk intervensi pasar. Sebagian keuntungannya dialihkan ke anggaran umum negara, dan nilai imbal hasilnya cenderung meningkat saat yen melemah.

Sementara itu, Yoshihiko Noda, salah satu pemimpin oposisi utama dari Centrist Reform Alliance, kembali mengkritik pemerintah karena dinilai gagal mengatasi pelemahan yen. Ia memperingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi semakin menaikkan harga barang impor.

“Apakah ada rakyat yang merasa ‘baik-baik saja’ ketika mencatat pengeluaran rumah tangga mereka? Apakah ada yang merasa ‘baik-baik saja’ saat melihat harga di supermarket? Pemerintah ini sebenarnya berpihak ke siapa?” kata Noda dalam pidato kampanye.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang

2 February 2026 - 12:10 WIB

Takato Ishida Cetak Sejarah Jadi Gubernur Termuda Jepang di Usia 35 Tahun, Menang di Fukui

2 February 2026 - 11:30 WIB

Wacana Pemangkasan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Picu Dukungan dan Kekhawatiran

2 February 2026 - 11:10 WIB

Bandara Narita Izinkan Pekerja Asing Nyetir Kendaraan Kargo Tanpa Konversi SIM Jepang

2 February 2026 - 10:10 WIB

Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang

31 January 2026 - 20:04 WIB

Trending on News