Daihatsu Motor Co., Ltd. mengumumkan peluncuran mobil listrik massal pertamanya di Jepang, yaitu e-Hijet Cargo dan e-Atrai, yang mulai dipasarkan secara nasional pada 2 Februari. Keduanya merupakan versi battery electric vehicle (BEV) dari model kendaraan niaga mini andalan Daihatsu, Hijet Cargo dan Atrai.
Sejak merilis kendaraan roda tiga mini Midget pada 1957, Daihatsu dikenal sebagai “partner kerja” bagi berbagai sektor industri di Jepang, mulai dari pertanian, kehutanan, perikanan, konstruksi, hingga jasa pengiriman. Tak hanya truk dan van, Daihatsu juga memproduksi kendaraan niaga khusus seperti dump truck dan panel van. Bahkan sejak era 1960-an, Daihatsu telah lebih dulu mengembangkan kendaraan listrik dibanding para kompetitornya.
Seiring meningkatnya tuntutan menuju masyarakat karbon netral, elektrifikasi kendaraan niaga mini—yang berperan penting dalam last-mile logistics—semakin dibutuhkan. Untuk itu, e-Hijet Cargo dan e-Atrai dibekali sistem e-SMART ELECTRIC BEV terbaru yang dioptimalkan khusus untuk kendaraan mini.
Penempatan komponen direvisi, serta bodi dan suspensi didesain ulang agar dapat menampung baterai berkapasitas besar tanpa mengorbankan ruang kabin. Hasilnya, e-Hijet Cargo menawarkan ruang muat terbesar di kelasnya untuk van cab-over mini empat penumpang, serta jarak tempuh terpanjang di kelas BEV niaga mini, yakni 257 km per sekali pengisian daya (WLTC mode).
Sebagai kendaraan listrik, kedua model ini juga menghadirkan performa khas BEV seperti pengendaraan halus, senyap, dan nyaman, yang membantu mengurangi kelelahan pengemudi.
Produksi dilakukan di Pabrik Oita (Nakatsu) No.1 milik Daihatsu Motor Kyushu, dengan sistem produksi campuran antara kendaraan bensin dan listrik tanpa perlu lini khusus BEV. Pendekatan ini memanfaatkan keahlian lama Daihatsu dalam memproduksi kendaraan mini dan kendaraan niaga khusus.
Ke depan, Daihatsu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kendaraan niaga mini yang terjangkau dan berkualitas, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi CO₂ di sektor logistik melalui pendekatan multi-pathway menuju karbon netral.
Sc : daihatsu










