Menu

Dark Mode
Cat Rambut hingga Sneakers: Perusahaan Jepang Mulai Longgarkan Aturan Penampilan Demi Bertahan di Era Kekurangan Tenaga Kerja Mario Tennis Fever Resmi Diumumkan! Baby Waluigi Debut Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal Kosakata Jepang untuk Biaya & Asuransi Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global Falcom Umumkan Kyoto Xanadu, Game Action RPG Baru untuk Nintendo Switch 2 dan Switch

News

Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global

badge-check


					Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global Perbesar

Toyota Motor secara mengejutkan mengumumkan pergantian CEO di saat industri otomotif global tengah menghadapi tekanan besar. Produsen mobil terbesar dunia berdasarkan penjualan ini menyatakan pada Jumat bahwa Koji Sato akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO setelah tiga tahun, periode yang tergolong singkat untuk standar kepemimpinan Toyota.

Mulai 1 April, posisi CEO akan diambil alih oleh Kenta Kon, kepala keuangan Toyota yang juga dikenal sebagai sekutu dekat serta mantan sekretaris pribadi Ketua Toyota, Akio Toyoda.

Langkah ini memicu keterkejutan di kalangan analis, mengingat Toyota dinilai relatif sukses di bawah kepemimpinan Sato dalam menghadapi berbagai tantangan besar industri otomotif global. Tantangan tersebut meliputi bangkitnya produsen mobil asal China, mahalnya transisi menuju kendaraan listrik, serta ketidakpastian perdagangan global yang semakin kompleks akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.

“Pergantian ini cukup mengejutkan mengingat kinerja Toyota yang solid, dan tiga tahun bukanlah waktu yang lama untuk masa jabatan CEO Toyota,” ujar analis otomotif Morningstar, David Whiston.

Akio Toyoda sendiri menjabat sebagai CEO Toyota selama periode panjang, dari 2009 hingga 2023. Setelah lengser dari posisi CEO, Sato akan menduduki jabatan wakil ketua sekaligus mengemban peran baru sebagai chief industry officer, posisi yang baru dibentuk oleh perusahaan.

Whiston menilai salah satu keberhasilan utama Toyota selama beberapa tahun terakhir adalah strategi elektrifikasinya yang tidak sepenuhnya bergantung pada mobil listrik murni, melainkan berfokus pada teknologi hybrid yang telah menjadi kekuatan utama Toyota di pasar global.

Penunjukan sosok berlatar belakang keuangan juga dinilai signifikan, mengingat Akio Toyoda selama ini dikenal sangat menekankan pengembangan produk dan karakter mobil Toyota. Ketika Sato diangkat sebagai CEO tiga tahun lalu, Toyoda memuji latar belakangnya sebagai insinyur dan mantan kepala Lexus yang dinilai mampu membawa Toyota ke era mobilitas baru.

Menurut Jeffrey Liker, profesor emeritus teknik industri dan operasi di University of Michigan sekaligus penulis sejumlah buku tentang Toyota, penunjukan Kon dapat menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin memperkuat fokus pada aspek finansial. Tekanan tarif serta derasnya ekspor mobil dari China kini mulai menghantam beberapa pasar utama Toyota.

“Toyota selalu memiliki standar tinggi, baik untuk kualitas produk maupun pencapaian target keuangan,” kata Liker.

Toyota sempat menuai kritik pada awal dekade ini karena dinilai terlalu lambat beralih ke kendaraan listrik dibandingkan rival globalnya. Namun, para eksekutif Toyota kini merasa strategi mereka terbukti tepat, seiring melambatnya adopsi mobil listrik di sejumlah pasar, terutama Amerika Serikat, yang membuat banyak produsen otomotif mulai meninjau ulang rencana EV mereka.

Meski demikian, Toyota mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump tahun lalu diperkirakan akan membebani perusahaan sekitar US$9 miliar dalam tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret.

Di sisi lain, pada Jumat Toyota juga menaikkan proyeksi laba operasional tahunannya hampir 12% menjadi 3,8 triliun yen atau sekitar US$24,2 miliar, didorong oleh pelemahan yen dan efisiensi biaya. Saham Toyota pun naik sekitar 3% dalam perdagangan di Amerika Serikat.

Kenta Kon dikenal sebagai “orang dalam” Toyota yang meniti karier di divisi akuntansi dan keuangan, serta menjabat sebagai CFO sejak Juli lalu. Ia juga terlibat dalam unit teknologi Woven by Toyota, yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan sumber pendapatan di luar penjualan mobil. Selain itu, Kon duduk sebagai direktur di Toyota Fudosan, unit real estat Toyota yang memimpin upaya akuisisi Toyota Industries.

Dalam konferensi pers pengumuman pergantian kepemimpinan, Kon ditanya tentang gaya kepemimpinannya dibandingkan Akio Toyoda dan Koji Sato yang dikenal sebagai “pecinta mobil”.

“Saya juga menyukai mobil, tapi sekarang saya adalah orang keuangan,” ujar Kon. “Saya sangat detail soal uang dan daya laba yang dibutuhkan agar mobil bisa dirancang, direkayasa, dan diproduksi dengan benar, serta memastikan investasi yang cukup untuk itu.”

Sc : reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cat Rambut hingga Sneakers: Perusahaan Jepang Mulai Longgarkan Aturan Penampilan Demi Bertahan di Era Kekurangan Tenaga Kerja

10 February 2026 - 12:10 WIB

Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal

10 February 2026 - 10:10 WIB

Festival Sakura Ikonik dengan Latar Gunung Fuji Dibatalkan Akibat Overtourism

9 February 2026 - 14:10 WIB

Pemilu Jepang Dimulai, PM Sanae Takaichi Bidik Kemenangan Besar

9 February 2026 - 10:10 WIB

Kampanye Anti-Masjid Diseret ke Arena Politik Jepang, Picu Tuduhan Xenofobia

7 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News