Menu

Dark Mode
Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1 Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

News

Kampanye Anti-Masjid Diseret ke Arena Politik Jepang, Picu Tuduhan Xenofobia

badge-check


					People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026. Perbesar

People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026.

Sebuah kelompok politik pinggiran di daerah pemilihan dekat Tokyo berupaya menjadikan rencana pembangunan masjid sebagai isu utama dalam pemilu nasional Jepang yang digelar Minggu ini. Langkah tersebut menuai kritik dari warga yang menilai retorika tersebut memicu xenofobia, hingga mendorong mereka berkampanye untuk menggagalkan kandidat terkait.

Pada 29 Januari, Susumu Kikutake (53), kandidat independen pendatang baru, menyerukan penolakan pembangunan masjid yang direncanakan di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, dalam pidatonya di depan Stasiun JR Fujisawa.

Dukungan datang dari Nobuyuki Suzuki, anggota majelis distrik Katsushika, Tokyo, yang mengatakan kepada massa,

“Tidak masalah jika wisatawan asing datang berkunjung, tetapi menjadi masalah jika mereka menetap.”

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi. Aktivis anti-ujaran kebencian turun ke jalan hampir setiap hari untuk menentang kampanye tersebut.

Pada malam hari yang sama, sekelompok warga berkumpul di depan Stasiun Shonandai, Fujisawa, menyerukan kepada pejalan kaki bahwa klaim pembangunan masjid akan memperburuk keamanan publik adalah disinformasi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang menyebarkan diskriminasi.

Seorang perempuan berusia 72 tahun asal Yokohama yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan,

“Bagi warga asing, pasti sangat menakutkan mendengar xenofobia dipromosikan secara terbuka dalam kampanye pemilu. Sebagai orang Jepang, saya ingin menentangnya.”

Di daerah pemilihan Kanagawa distrik ke-12, kandidat lain yang bertarung adalah Tomoko Abe (77) yang didukung Aliansi Reformasi Sentris, Tsuneo Numakami (67) dari Partai Komunis Jepang, serta Tsuyoshi Hoshino (62) yang didukung Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.
Namun, ketiga kandidat tersebut tidak menjadikan isu masjid sebagai fokus utama kampanye mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News