Menu

Dark Mode
Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

News

Kampanye Anti-Masjid Diseret ke Arena Politik Jepang, Picu Tuduhan Xenofobia

badge-check


					People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026. Perbesar

People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026.

Sebuah kelompok politik pinggiran di daerah pemilihan dekat Tokyo berupaya menjadikan rencana pembangunan masjid sebagai isu utama dalam pemilu nasional Jepang yang digelar Minggu ini. Langkah tersebut menuai kritik dari warga yang menilai retorika tersebut memicu xenofobia, hingga mendorong mereka berkampanye untuk menggagalkan kandidat terkait.

Pada 29 Januari, Susumu Kikutake (53), kandidat independen pendatang baru, menyerukan penolakan pembangunan masjid yang direncanakan di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, dalam pidatonya di depan Stasiun JR Fujisawa.

Dukungan datang dari Nobuyuki Suzuki, anggota majelis distrik Katsushika, Tokyo, yang mengatakan kepada massa,

“Tidak masalah jika wisatawan asing datang berkunjung, tetapi menjadi masalah jika mereka menetap.”

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi. Aktivis anti-ujaran kebencian turun ke jalan hampir setiap hari untuk menentang kampanye tersebut.

Pada malam hari yang sama, sekelompok warga berkumpul di depan Stasiun Shonandai, Fujisawa, menyerukan kepada pejalan kaki bahwa klaim pembangunan masjid akan memperburuk keamanan publik adalah disinformasi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang menyebarkan diskriminasi.

Seorang perempuan berusia 72 tahun asal Yokohama yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan,

“Bagi warga asing, pasti sangat menakutkan mendengar xenofobia dipromosikan secara terbuka dalam kampanye pemilu. Sebagai orang Jepang, saya ingin menentangnya.”

Di daerah pemilihan Kanagawa distrik ke-12, kandidat lain yang bertarung adalah Tomoko Abe (77) yang didukung Aliansi Reformasi Sentris, Tsuneo Numakami (67) dari Partai Komunis Jepang, serta Tsuyoshi Hoshino (62) yang didukung Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.
Namun, ketiga kandidat tersebut tidak menjadikan isu masjid sebagai fokus utama kampanye mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News