Menu

Dark Mode
Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan Board Game Naruto Shippuden Battle Resmi Dibuka untuk Crowdfunding Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

News

JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun

badge-check


					JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun Perbesar

Presiden East Japan Railway Co. (JR East), Yoichi Kise, mengatakan perusahaan akan menambah jumlah staf teknis dan meningkatkan anggaran perawatan guna mencegah terulangnya gangguan layanan seperti yang terjadi pada Jalur Yamanote dan Joban pada Januari lalu, serta dua jalur lainnya pada awal bulan ini.

JR East mengumumkan akan merekrut sekitar 150 pegawai teknis tambahan mulai tahun fiskal 2027. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian gangguan operasional berdampak pada sekitar 1,12 juta penumpang dan memicu peringatan administratif dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

Kise mengakui bahwa gangguan tersebut telah “merusak kepercayaan banyak pelanggan.” Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa insiden ini merupakan masalah serius yang menyangkut fondasi manajemen perusahaan.

Selain penambahan tenaga kerja, JR East juga berencana meningkatkan belanja perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Sebelumnya, perusahaan memangkas sekitar 80 miliar yen untuk biaya perawatan antara tahun fiskal 2020 hingga 2022, seiring penurunan aktivitas akibat pandemi COVID-19.

Perusahaan menyatakan akan memperketat prosedur pemeriksaan ganda pada pekerjaan-pekerjaan krusial, serta memperbaiki kondisi kerja bagi karyawan dan perusahaan grupnya. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memindahkan sebagian pekerjaan konstruksi ke jam siang hari untuk mengurangi risiko kesalahan.

Gangguan besar pertama terjadi pada 16 Januari, ketika kesalahan manusia menyebabkan pemadaman listrik yang menghentikan layanan Jalur Yamanote, jalur melingkar utama di Tokyo. Sementara itu, gangguan pada Jalur Joban pada 30 Januari disebabkan oleh kabel listrik udara yang terputus. Jalur Joban menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Miyagi.

Pada awal bulan ini, asap juga dilaporkan muncul di Stasiun Hatchobori pada Jalur Keiyo, serta insiden terputusnya kabel listrik udara di Jalur Utsunomiya yang menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Tochigi.

Serangkaian insiden tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi operator kereta api terbesar di kawasan Tokyo dalam menjaga stabilitas layanan, terutama setelah periode penghematan besar-besaran selama pandemi.

 Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan

19 September 2026 - 10:10 WIB

Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan

18 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

18 September 2026 - 06:31 WIB

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Trending on News