Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

News

JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun

badge-check


					JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun Perbesar

Presiden East Japan Railway Co. (JR East), Yoichi Kise, mengatakan perusahaan akan menambah jumlah staf teknis dan meningkatkan anggaran perawatan guna mencegah terulangnya gangguan layanan seperti yang terjadi pada Jalur Yamanote dan Joban pada Januari lalu, serta dua jalur lainnya pada awal bulan ini.

JR East mengumumkan akan merekrut sekitar 150 pegawai teknis tambahan mulai tahun fiskal 2027. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian gangguan operasional berdampak pada sekitar 1,12 juta penumpang dan memicu peringatan administratif dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

Kise mengakui bahwa gangguan tersebut telah “merusak kepercayaan banyak pelanggan.” Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa insiden ini merupakan masalah serius yang menyangkut fondasi manajemen perusahaan.

Selain penambahan tenaga kerja, JR East juga berencana meningkatkan belanja perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Sebelumnya, perusahaan memangkas sekitar 80 miliar yen untuk biaya perawatan antara tahun fiskal 2020 hingga 2022, seiring penurunan aktivitas akibat pandemi COVID-19.

Perusahaan menyatakan akan memperketat prosedur pemeriksaan ganda pada pekerjaan-pekerjaan krusial, serta memperbaiki kondisi kerja bagi karyawan dan perusahaan grupnya. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memindahkan sebagian pekerjaan konstruksi ke jam siang hari untuk mengurangi risiko kesalahan.

Gangguan besar pertama terjadi pada 16 Januari, ketika kesalahan manusia menyebabkan pemadaman listrik yang menghentikan layanan Jalur Yamanote, jalur melingkar utama di Tokyo. Sementara itu, gangguan pada Jalur Joban pada 30 Januari disebabkan oleh kabel listrik udara yang terputus. Jalur Joban menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Miyagi.

Pada awal bulan ini, asap juga dilaporkan muncul di Stasiun Hatchobori pada Jalur Keiyo, serta insiden terputusnya kabel listrik udara di Jalur Utsunomiya yang menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Tochigi.

Serangkaian insiden tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi operator kereta api terbesar di kawasan Tokyo dalam menjaga stabilitas layanan, terutama setelah periode penghematan besar-besaran selama pandemi.

 Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

4 August 2026 - 20:24 WIB

Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus

4 August 2026 - 13:10 WIB

Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke

4 August 2026 - 12:10 WIB

Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang

4 August 2026 - 10:10 WIB

AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

3 August 2026 - 17:10 WIB

Trending on News