Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

Teknologi

Jepang Gunakan Sistem AI untuk Deteksi Dini Beruang di Permukiman

badge-check


					Jepang Gunakan Sistem AI untuk Deteksi Dini Beruang di Permukiman Perbesar

Di tengah meningkatnya kemunculan dan serangan beruang yang meresahkan warga, Jepang mulai mengandalkan sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai alat penting untuk mencegah pertemuan berbahaya antara manusia dan satwa liar.

Sistem ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan beruang di dekat area permukiman secara otomatis dan mengirimkan peringatan kepada pihak berwenang secara real time. Dengan teknologi tersebut, pemerintah daerah dapat merespons ancaman satwa liar dengan lebih cepat dan efektif.

Teknologi ini memanfaatkan kamera yang dipasang di sekitar wilayah pemukiman untuk memantau pergerakan hewan dan mengidentifikasi beruang sebelum insiden terjadi. Ketika seekor beruang terdeteksi, pejabat pemerintah daerah akan menerima notifikasi melalui email, sehingga peringatan kepada warga dapat segera dikeluarkan.

Sistem ini mulai diperkenalkan secara nasional, termasuk di Prefektur Gunma, Toyama, dan Ishikawa, seiring meningkatnya jumlah insiden yang melibatkan beruang di berbagai daerah.

Secara resmi, teknologi ini dinamakan “AI-Based Automatic Detection and Notification System for Harmful Animals”, namun lebih dikenal dengan sebutan “B Alert”, diambil dari huruf awal kata bear dalam bahasa Inggris.

B Alert dikembangkan bersama oleh Hokuriku Electric Power Co. yang berbasis di Toyama dan Hokutsu Co., perusahaan sistem komunikasi yang berkantor pusat di Kanazawa, Prefektur Ishikawa. Perwakilan Hokutsu, Daisuke Wada, menyoroti keunggulan sistem ini yang mampu mendeteksi hewan bahkan di kondisi pencahayaan minim, di mana mata manusia kesulitan mengenali objek.

Kamera dengan fungsi komunikasi dipasang di pepohonan di daerah pegunungan serta di sepanjang aliran sungai yang berbatasan dengan kawasan pemukiman. Kamera ini secara otomatis mengambil gambar saat mendeteksi panas tubuh, merekam hewan seperti beruang, babi hutan, dan rusa yang melintas.

Dari sejumlah besar gambar yang dikirimkan, AI berbasis cloud akan menyaring data yang tidak diperlukan dan hanya memfokuskan analisis pada identifikasi beruang. Jika beruang terdeteksi, gambar akan langsung dikirim melalui email ke pihak terkait, termasuk pemerintah daerah.

Otomatisasi ini memungkinkan pemerintah mengeluarkan peringatan tanpa perlu mengirim petugas ke lokasi untuk konfirmasi awal. Alhasil, waktu respons dapat dipercepat lebih dari 30 menit dibandingkan metode konvensional.

Selain pemerintah prefektur, sejumlah pemerintah kota seperti Toyama, Fukui, dan Kobe juga telah mengadopsi B Alert sebagai langkah pencegahan keselamatan.

Pengembangan sistem ini bermula dari sebuah insiden pada 2019, ketika seorang pekerja pemeliharaan Hokuriku Electric Power diserang beruang saat bekerja di menara transmisi listrik di Kurobe, Prefektur Toyama, dan mengalami luka ringan. Kejadian tersebut mendorong perusahaan untuk mulai mempertimbangkan langkah-langkah penanggulangan.

Pada saat yang sama, Prefektur Toyama juga tengah menghadapi lonjakan kasus kemunculan beruang di area pemukiman. Setelah Hokuriku Electric menyampaikan kekhawatirannya, pemerintah prefektur mengalokasikan anggaran untuk uji coba teknologi, yang kemudian menjadi awal pengembangan B Alert.

Dalam proses pengembangan, AI dilatih menggunakan sekitar 60.000 foto, termasuk gambar beruang dan satwa liar lainnya. Melalui pengujian dan penyempurnaan berulang, tingkat akurasi identifikasi sistem ini dilaporkan mencapai 99,9 persen.

Shigeo Hashimoto, wakil kepala bagian di lembaga riset Hokuriku Electric, mengatakan tim pengembang harus melalui berbagai tahap coba-coba, mulai dari pemilihan kamera hingga metode penyampaian notifikasi.

Kebutuhan akan deteksi cepat semakin terasa terutama pada musim gugur di Toyama, ketika beruang sering muncul di kawasan pemukiman. Dalam beberapa kasus, dua beruang terpaksa ditembak berdasarkan kebijakan perburuan darurat yang mengizinkan pemerintah daerah mengambil tindakan langsung. Pada Desember lalu, sepasang lansia berusia 70-an yang sedang mengantarkan koran juga dilaporkan diserang dan mengalami luka.

Di tengah situasi tersebut, pejabat lokal dan warga menyambut positif kehadiran sistem ini. Hirokazu Sugibayashi, wakil kepala divisi kebijakan kehutanan Kota Toyama, mengatakan B Alert membantu meningkatkan efisiensi kerja di tengah keterbatasan jumlah staf.

Sementara itu, Terumasa Yokogoshi, ketua asosiasi lingkungan di daerah yang sering mengalami kemunculan beruang, menyebut sistem ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi