Menu

Dark Mode
Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

News

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

badge-check


					Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis Perbesar

Pemerintah Kota Kyoto berencana mengubah sistem naik dan turun penumpang pada bus kota bertarif flat untuk mengurangi kepadatan akibat lonjakan wisatawan. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada akhir tahun fiskal 2028.

Selama ini, bus kota di wilayah Kansai—termasuk Kyoto—menerapkan sistem naik dari pintu belakang dan turun melalui pintu depan. Namun ke depan, sistem tersebut akan dibalik: penumpang akan naik dari pintu depan dan turun dari pintu belakang. Perubahan ini bertujuan memperlancar proses turun penumpang sekaligus pengelolaan tarif.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kyoto Municipal Transportation Bureau pada 29 Januari. Perubahan akan diterapkan pada 60 dari total 84 rute yang beroperasi di dalam zona tarif flat bus kota Kyoto.

Untuk mendukung sistem baru ini, sekitar 550 dari 1.642 halte bus perlu direnovasi. Pekerjaan tersebut mencakup penghapusan pagar dan pembatas jalan, pemindahan ubin pemandu tunanetra, serta penyesuaian area naik penumpang di pintu depan. Selain itu, kendaraan bus juga akan dimodifikasi, termasuk pemasangan speaker pengumuman tambahan.

Total biaya proyek diperkirakan mencapai sekitar 2 miliar yen. Meski sempat menjadi kekhawatiran, pemerintah kota menilai pembiayaan dapat ditutup melalui kenaikan pajak akomodasi yang dijadwalkan mulai Maret mendatang. Wali Kota Kyoto, Koji Matsui, menyatakan bahwa kota “perlu melakukan apa yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan pendapatan dari pajak akomodasi.”

Pekerjaan survei dan desain halte akan dimulai pada tahun fiskal 2026, sementara konstruksi fisik direncanakan berjalan pada tahun fiskal 2028.

Salah satu keuntungan sistem baru ini adalah pengemudi bus dapat berkomunikasi langsung dengan penumpang, khususnya untuk mengingatkan pembatasan barang bawaan besar, yang sudah diterapkan sebagai langkah pengurangan kepadatan. Sementara itu, pengguna kursi roda akan tetap mendapatkan bantuan naik dan turun melalui pintu belakang seperti sebelumnya.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

20 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News