Kementerian Pendidikan Jepang akan mengizinkan tiga universitas untuk menerima mahasiswa internasional melebihi batas kuota penerimaan melalui sistem pengecualian baru, sebagai upaya menarik talenta global di tengah persaingan internasional yang semakin ketat.
Dalam pengumuman resminya, Kementerian Pendidikan Jepang menyatakan bahwa 11 fakultas di Tohoku University, University of Tsukuba, dan Hiroshima University akan diperbolehkan menambah jumlah mahasiswa asing mulai tahun fiskal 2026, yang dimulai pada April.
Rinciannya, fakultas yang mendapat izin khusus tersebut meliputi Fakultas Sains di Tohoku University, tujuh fakultas di University of Tsukuba termasuk bidang humaniora dan budaya, serta tiga fakultas bidang sains di Hiroshima University.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia berdaya saing global dan memperkuat daya saing Jepang, seiring semakin sengitnya persaingan antarnegara dalam menarik mahasiswa asing berprestasi.
Selama ini, universitas di Jepang dapat dikenai sanksi jika melampaui batas kuota penerimaan mahasiswa, sehingga menyulitkan mereka untuk secara agresif menerima mahasiswa internasional. Melalui sistem pengecualian ini, fakultas yang telah disertifikasi dapat meningkatkan kuota maksimal hingga 5 persen di atas batas resmi.
Untuk memperoleh sertifikasi, fakultas harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk tingkat keterisian mahasiswa minimal 90 persen serta kondisi keuangan yang stabil. Dari delapan universitas yang mengajukan permohonan pada musim gugur tahun lalu, tiga universitas akhirnya lolos setelah melalui proses seleksi oleh panel ahli.
Sc : JT








