Menara Tokyo Skytree akan kembali beroperasi pada Kamis, beberapa hari setelah insiden yang membuat 20 pengunjung terjebak di dalam lift selama lebih dari lima jam. Operator menara menyatakan seluruh pemeriksaan keselamatan telah selesai dilakukan.
Tobu Tower Skytree Co menjelaskan pada Rabu bahwa insiden yang terjadi pada Minggu malam itu disebabkan oleh kerusakan pada sekumpulan kabel yang menghubungkan panel kontrol dan lift. Setelah langkah-langkah pencegahan diterapkan, objek wisata tersebut akan kembali dibuka mulai pukul 10.00 pagi pada Kamis.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan,” ujar Takashi Murayama, salah satu eksekutif perusahaan, dalam konferensi pers.
Menurut perusahaan, dua dari empat lift berhenti sekitar pukul 20.15 saat beroperasi di antara pintu masuk lantai empat dan dek observasi setinggi 350 meter. Lift yang sedang turun dan membawa 20 penumpang, termasuk dua anak-anak, berhenti sekitar 30 meter di atas permukaan tanah, sementara lift lain yang sedang naik tidak membawa penumpang.
Dalam proses evakuasi, lift di sebelah lift yang terjebak diposisikan pada ketinggian yang sama. Sebuah panel baja tahan karat dipasang di antara keduanya sehingga penumpang dapat keluar melalui pintu darurat di sisi lift yang berhenti.
Perusahaan menjelaskan bahwa kabel-kabel tersebut tersangkut pada roda perangkat pembatas goyangan lift dan mengalami kerusakan akibat menara diterpa angin kencang saat kejadian. Sekring pada panel kontrol putus, dan sekring pada lift lainnya juga mengalami kerusakan.
Sebagai langkah pencegahan, perusahaan memutuskan untuk menutup roda perangkat anti-goyang yang terhubung ke tiga dari empat lift agar tidak bersentuhan dengan kabel. Selain itu, kabel pada lift yang sempat menjebak penumpang akan diganti dan pemeriksaan yang lebih mendetail akan dilakukan sebelum layanan sepenuhnya dilanjutkan.
Sc : JT








