Menu

Dark Mode
Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

News

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

badge-check


					Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal Perbesar

Kota Kyoto tengah mempertimbangkan kenaikan tarif bus umum bagi wisatawan hingga hampir dua kali lipat dibandingkan warga lokal mulai tahun fiskal 2027. Kebijakan ini diusulkan sebagai langkah menghadapi dampak overtourism yang semakin terasa di kota bersejarah tersebut.

Jika diterapkan, tarif bus untuk non-residen akan naik menjadi sekitar 350 hingga 400 yen. Sementara itu, warga lokal justru akan mendapat penurunan tarif dari 230 yen menjadi 200 yen. Skema harga bertingkat ini akan menjadi yang pertama di Jepang yang secara khusus menguntungkan penduduk setempat.

Wali Kota Kyoto, Koji Matsui, mengatakan kebijakan ini bertujuan menciptakan keseimbangan yang lebih sehat antara pariwisata dan kehidupan warga. Selain itu, kenaikan tarif juga dipengaruhi oleh tekanan inflasi dan meningkatnya biaya tenaga kerja.

“Kami berharap kenaikan beban bagi wisatawan masih dalam batas yang dapat dipahami,” ujar Matsui kepada wartawan usai mempresentasikan rencana tersebut di sidang dewan kota.

Kyoto, yang dikenal dengan kuil-kuil bersejarah dan budaya tradisionalnya, berencana menggunakan sistem kartu transportasi IC yang terhubung dengan kartu identitas nasional My Number untuk membedakan warga lokal dan pengunjung.

Revisi peraturan daerah terkait direncanakan pada tahun fiskal 2026, sebelum kota tersebut meminta persetujuan dari Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism.

Pemerintah kota juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk meringankan beban bagi non-residen yang rutin masuk ke Kyoto menggunakan bus untuk bekerja atau bersekolah.

Namun, kebijakan ini masih dikaji lebih lanjut karena undang-undang transportasi jalan Jepang melarang diskriminasi yang tidak adil. Pihak kementerian dan pemerintah kota telah berdiskusi apakah perbedaan tarif ini melanggar ketentuan tersebut.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

20 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News