Menu

Dark Mode
Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

News

Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol

badge-check


					Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol Perbesar

Bahan fermentasi sake yang dibuat di luar angkasa sebagai bagian dari proyek pertama di dunia oleh produsen merek sake Jepang terkenal Dassai tiba di Jepang dari Los Angeles pada Jumat.

Perusahaan Dassai Inc. berencana menjual satu botol sake hasil proyek tersebut berukuran 100 mililiter dengan harga 110 juta yen atau sekitar 700 ribu dolar AS. Pembeli untuk botol tersebut dikabarkan sudah ada, dan seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan untuk proyek pengembangan luar angkasa Jepang.

Dalam konferensi pers di Bandara Internasional Kansai, tempat bahan fermentasi sake atau moromi tersebut tiba dengan penerbangan Japan Airlines, Ketua Dassai Hiroshi Sakurai mengatakan bahwa alkohol sudah terdeteksi setelah dua minggu proses fermentasi.

“Awalnya kami tidak tahu apakah fermentasi bisa terjadi di luar angkasa, tetapi sekarang saya merasa agak lega,” ujarnya sambil tersenyum.

Pada Oktober tahun lalu, sebuah perangkat khusus untuk pembuatan sake bersama bahan baku berupa beras, jamur koji, ragi, dan air dimuat ke dalam pesawat kargo tanpa awak HTV-X dan diluncurkan menggunakan roket H3 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima.

Uji proses pembuatan sake dilakukan di modul eksperimen “Kibo” milik Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dalam lingkungan yang mensimulasikan gravitasi permukaan Bulan. Astronaut Jepang Kimiya Yui yang berada di ISS saat itu bertugas menyuntikkan air pada hari pertama proses pembuatan.

Moromi yang dihasilkan kemudian dibekukan dan dikembalikan ke Bumi setelah kapsulnya mendarat di perairan lepas pantai California, Amerika Serikat. Selanjutnya bahan tersebut akan diangkut dalam kondisi tetap beku menuju kantor pusat Dassai di Prefektur Yamaguchi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

20 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News