Musim bunga sakura di Jepang diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya tahun ini. Mekarnya bunga sakura di Tokyo diprediksi mulai pada 19 Maret, sementara banyak wilayah lain di Jepang juga diperkirakan akan melihat bunga sakura mekar hingga satu minggu lebih awal dari rata-rata tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan prakiraan yang dirilis pada Kamis oleh Japan Meteorological Corp. (JMC), bunga sakura diperkirakan pertama kali mulai mekar di Nagoya, Prefektur Aichi, pada 17 Maret. Setelah itu, wilayah Kanto-Koshin, Shikoku, dan Kyushu akan menyusul dalam beberapa hari berikutnya.
Beberapa kota besar di Jepang diperkirakan akan mengalami waktu mekarnya sakura sebagai berikut:
- Nagoya diprediksi mulai berbunga pada 17 Maret, sekitar tujuh hari lebih awal dari rata-rata, dengan puncak mekarnya pada 28 Maret, lima hari lebih cepat dari biasanya.
- Tokyo diperkirakan mulai berbunga pada 19 Maret, sekitar lima hari lebih awal, dengan puncak mekarnya pada 28 Maret, tiga hari lebih cepat dari rata-rata.
- Fukuoka diperkirakan mulai berbunga pada 19 Maret, tiga hari lebih awal, dan mencapai puncak mekarnya pada 29 Maret, dua hari lebih cepat dari biasanya.
- Kyoto diprediksi mulai berbunga pada 23 Maret, tiga hari lebih awal dari rata-rata, dengan puncak mekarnya pada 1 April.
- Osaka juga diperkirakan mulai berbunga pada 24 Maret, tiga hari lebih awal, dengan puncak mekarnya pada 1 April.
- Sapporo di Hokkaido diperkirakan mulai berbunga pada 25 April, enam hari lebih awal dari rata-rata, dan mencapai puncak mekarnya pada 28 April, delapan hari lebih cepat.
JMC membuat perkiraan waktu berbunga dan puncak mekarnya sakura jenis Somei Yoshino di sekitar 1.000 lokasi populer untuk melihat bunga sakura di seluruh Jepang, mulai dari Hokkaido hingga Prefektur Kagoshima.
Waktu mekarnya bunga sakura sangat dipengaruhi oleh suhu pada musim gugur dan musim dingin, serta perubahan cuaca saat musim semi mendekat. Kuncup bunga biasanya berada dalam kondisi dorman selama musim dingin dan mulai berkembang ketika suhu mulai meningkat.
Menurut JMC, suhu di Jepang bagian timur, termasuk Tokyo, berada di atas rata-rata pada Oktober dan Desember, mendekati rata-rata pada November dan Januari, serta jauh lebih tinggi dari biasanya pada Februari. Dengan perkiraan suhu yang tetap lebih hangat dari normal hingga Maret, kuncup bunga diperkirakan akan berkembang lebih cepat setelah keluar dari masa dorman, sehingga bunga sakura mekar lebih awal dari biasanya.
Di Jepang bagian utara, suhu musim gugur berada di sekitar rata-rata, sempat lebih dingin pada Januari, namun jauh lebih hangat pada Februari. Dengan perkiraan suhu di atas rata-rata dari Maret hingga April, bunga sakura di wilayah ini juga diprediksi akan mekar lebih awal karena pertumbuhan kuncup yang lebih cepat setelah masa dorman.
Sementara itu, Jepang bagian barat mengalami suhu yang jauh lebih hangat pada Oktober dan Februari, sedangkan bulan-bulan musim dingin lainnya berada di sekitar rata-rata. Meski masa berakhirnya dormansi kuncup mungkin sedikit terlambat, cuaca hangat dari Februari hingga Maret diperkirakan akan menutupi keterlambatan tersebut sehingga waktu mekarnya sakura tetap berada di sekitar normal atau sedikit lebih cepat.
Fenomena mekarnya sakura lebih awal ini juga mencerminkan tren jangka panjang yang berkaitan dengan meningkatnya suhu akibat perubahan iklim. Badan Meteorologi Jepang sebelumnya mencatat bahwa Jepang mengalami suhu rata-rata musim panas tertinggi sepanjang sejarah pada tahun lalu.
Sc : JT








