Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

badge-check


					Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Perbesar

Penutupan Strait of Hormuz akibat serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai berdampak besar pada ekonomi Jepang. Selat penting ini merupakan jalur utama distribusi minyak mentah dunia, sehingga gangguan di sana langsung memicu lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan.

Survei yang dilakukan oleh Teikoku Databank terhadap 1.686 perusahaan di Jepang menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 26,7% perusahaan memperkirakan mereka hanya bisa bertahan antara 3 hingga 6 bulan jika harga minyak terus naik. Bahkan, 17,2% lainnya menyebut hanya mampu bertahan kurang dari 3 bulan.

Artinya, total 43,9% perusahaan berpotensi harus mengurangi atau menghentikan bisnis utama mereka dalam waktu 6 bulan ke depan. Di sisi lain, hanya 18,3% yang merasa mampu bertahan lebih dari satu tahun.

Sektor yang paling terdampak adalah ritel, termasuk SPBU dan dealer mobil, dengan 54,5% responden mengaku mungkin harus mengurangi operasional dalam 6 bulan. Sementara itu, sektor manufaktur juga terkena dampak besar—bahkan 22,8% perusahaan di sektor ini memperkirakan harus memangkas operasi dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Masalahnya bukan hanya harga energi, tapi juga kelangkaan bahan baku. Beberapa perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan material berbasis minyak seperti plastik, polyethylene, hingga pelarut kimia. Jika kondisi ini berlanjut, produksi bisa terhenti total, bahkan berisiko memicu kebangkrutan berantai di antara klien mereka.

Dampaknya juga mulai terasa di berbagai industri lain, termasuk produksi perlengkapan rumah seperti sistem kamar mandi, yang menunjukkan bahwa krisis ini berpotensi menyebar luas ke seluruh sektor industri Jepang.

Sc : Nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News