Menu

Dark Mode
Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027 Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

News

Kyoto Terapkan Tarif Bus Berbeda untuk Turis, Bisa Hampir Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

badge-check

Kota Kyoto mengumumkan rencana penerapan sistem tarif ganda (dual-pricing) untuk bus umum, yang akan membuat wisatawan membayar hampir dua kali lipat dibandingkan warga lokal. Kebijakan ini menjadi yang pertama di Jepang dan ditujukan untuk mengatasi masalah overtourism.

Wali Kota Koji Matsui mengungkapkan rencana tersebut kepada dewan kota pada 25 Februari. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada tahun fiskal 2027.

Melalui sistem yang disebut sebagai “resident-priority pricing”, pemerintah kota ingin memastikan bahwa warga lokal juga bisa merasakan manfaat dari pariwisata, sekaligus merespons keluhan yang terus meningkat akibat kepadatan transportasi.

Selama ini, banyak warga mengeluhkan kondisi bus yang terlalu penuh, bahkan hingga sulit untuk naik. Dengan sistem baru ini, tarif bus di pusat kota yang saat ini sebesar 230 yen akan dinaikkan menjadi sekitar 350–400 yen untuk wisatawan, sementara warga lokal justru akan membayar lebih murah, sekitar 200 yen.

Selain itu, sistem tarif berbeda juga akan diterapkan pada zona dengan tarif berdasarkan jarak, meskipun detailnya masih dalam pembahasan.

Salah satu tantangan utama kebijakan ini adalah aturan dalam Road Transport Law yang melarang diskriminasi tidak adil terhadap penumpang. Namun, pemerintah kota menyatakan telah berkonsultasi dengan kementerian terkait sejak 2024 dan yakin kebijakan ini tidak melanggar aturan tersebut.

Meski begitu, pemerintah Kyoto mengakui bahwa kebijakan ini tidak secara langsung mengurangi kepadatan. Tujuan utamanya adalah meredam ketidakpuasan warga dengan membuat wisatawan menanggung beban biaya yang lebih besar.

Untuk benar-benar mengatasi kemacetan, kota ini juga berencana mengoperasikan bus ekspres khusus wisatawan serta mendorong penggunaan sistem kereta bawah tanah.

Sebagai pembeda antara warga dan wisatawan, Kyoto sedang mempertimbangkan penggunaan sistem yang menghubungkan data kartu identitas nasional My Number dengan kartu transportasi IC.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Pesawat Malaysia Airlines Keluarkan Asap Hitam di Narita, Lepas Landas Dibatalkan

21 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siapkan Paket Pemulihan Gempa Kumamoto, Termasuk Diskon Wisata ke Wilayah Terdampak

21 August 2026 - 10:10 WIB

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

20 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News