Jumlah wisatawan asing ke Jepang pada Februari melonjak hingga 3,47 juta orang, naik 6,4% dibanding tahun lalu dan menjadi rekor tertinggi untuk bulan Februari.
Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya perjalanan dari kawasan Asia Timur selama libur Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan data dari Japan National Tourism Organization, wisatawan asal Korea Selatan menempati posisi pertama dengan 1,09 juta pengunjung (naik 28,2%), disusul Taiwan dengan 693.600 orang (naik 36,7%).
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan dari 18 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, mencetak rekor baru untuk bulan Februari.
Namun, tren berbeda terlihat dari wisatawan China, yang justru turun tajam 45,2% menjadi sekitar 396.400 orang. Penurunan ini menjadi yang ketiga berturut-turut.
Penurunan wisatawan China dipicu oleh ketegangan diplomatik terkait isu Taiwan, setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai kemungkinan respons Jepang dalam situasi darurat di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Januari, jumlah wisatawan asing ke Jepang sempat turun untuk pertama kalinya dalam empat tahun, terutama karena anjloknya turis asal China hingga lebih dari 60%.
Meski begitu, secara keseluruhan tren pariwisata Jepang masih menunjukkan pemulihan kuat, didorong oleh negara-negara Asia lainnya yang terus meningkatkan jumlah kunjungan.
Sc : mainichi








