Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tiba di Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan penting dengan Presiden Donald Trump di Washington D.C., di tengah situasi global yang memanas akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam kunjungan selama tiga hari ini, Takaichi ingin memperkuat posisi Jepang sebagai mitra utama AS di Asia, sekaligus membahas berbagai isu strategis mulai dari keamanan hingga kerja sama ekonomi.
Sebelum berangkat, Takaichi menekankan pentingnya meredakan ketegangan global, terutama terkait keamanan jalur energi di Selat Hormuz, yang saat ini terdampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam pertemuan di Gedung Putih, kedua pemimpin dijadwalkan membahas:
-
Penguatan aliansi Jepang-AS
-
Kerja sama keamanan ekonomi
-
Pengaruh China yang semakin besar
-
Stabilitas kawasan Indo-Pasifik
Salah satu fokus utama adalah kelanjutan kesepakatan ekonomi besar yang dicapai sebelumnya, di mana Jepang berkomitmen menginvestasikan sekitar $550 miliar di sektor strategis di AS seperti energi, semikonduktor, dan mineral penting.
Bahkan, paket investasi tahap kedua yang akan diumumkan dalam pertemuan ini diperkirakan mencapai 10 triliun yen (sekitar $63 miliar).
Menariknya, Trump disebut akan memberikan perlakuan khusus dengan mengundang Takaichi untuk makan siang kerja sekaligus makan malam—sebuah gestur yang menunjukkan kedekatan personal keduanya.
Sempat muncul tekanan dari pihak AS agar Jepang ikut mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz, namun permintaan itu kemudian ditarik kembali. Isu ini cukup sensitif bagi Jepang mengingat konstitusinya yang menolak perang.
Di sisi lain, Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk pasokan energi, dengan lebih dari 90% impor minyaknya melewati Selat Hormuz, sehingga stabilitas kawasan menjadi krusial.
Pertemuan ini juga diperkirakan akan membahas kerja sama di bidang teknologi seperti kecerdasan buatan serta rantai pasok mineral langka, sebagai bagian dari visi “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”
Kunjungan ini menjadi perjalanan luar negeri pertama Takaichi sejak kemenangan besar partainya dalam pemilu Februari lalu, sekaligus langkah penting dalam memperkuat peran Jepang di panggung global.
Sc : mainchi








