Menu

Dark Mode
Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan Anime The Dangers in My Heart Dipastikan Lanjut Season 3, Tayang 2027 Power Bank Terbakar di Kereta Tokyo Metro, Operasional Sempat Terhenti Jepang Pamerkan Peluncur Rudal Jarak Jauh Jelang Penempatan Perdana

News

Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama

badge-check


					Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Perbesar

Bank sentral Bank of Japan memutuskan untuk menahan suku bunga di level 0,75%, dengan Gubernur Kazuo Ueda menyebut ketegangan di Timur Tengah sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

Keputusan ini diambil dalam rapat kebijakan dua hari yang berakhir Kamis, dan memang sudah diperkirakan oleh pasar.

Menurut Ueda, lonjakan harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menciptakan ketidakpastian baru bagi ekonomi global.

Harga minyak mentah Brent bahkan melonjak lebih dari 50% dalam sebulan terakhir, menembus level $110 per barel, yang berpotensi memicu inflasi sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi.

Ueda menegaskan bahwa kondisi ini membuat bank sentral sulit menentukan arah kebijakan—apakah harus fokus menekan inflasi atau justru menjaga pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, tidak semua anggota setuju. Salah satu anggota dewan, Hajime Takata, mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1%, dengan alasan target inflasi 2% sudah mulai tercapai.

Di pasar keuangan, dampak konflik terlihat jelas:

  • Indeks saham Nikkei 225 sempat anjlok lebih dari 2.000 poin dan ditutup turun 3,4%

  • Nilai tukar yen melemah hingga sekitar ¥159 per dolar AS

Ke depan, arah kebijakan BOJ akan sangat bergantung pada perkembangan global dan kondisi domestik, termasuk hasil kenaikan upah di Jepang. Ueda menyebut tren kenaikan gaji mulai terlihat, terutama di perusahaan besar, namun masih perlu dipantau di sektor usaha kecil dan menengah.

Secara keseluruhan, situasi saat ini menempatkan Jepang dalam posisi sulit: di satu sisi harus mengendalikan inflasi, di sisi lain menghadapi risiko perlambatan ekonomi akibat gejolak global.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar

20 March 2026 - 10:10 WIB

Power Bank Terbakar di Kereta Tokyo Metro, Operasional Sempat Terhenti

18 March 2026 - 15:10 WIB

Jepang Pamerkan Peluncur Rudal Jarak Jauh Jelang Penempatan Perdana

18 March 2026 - 12:10 WIB

Kyoto Terapkan Tarif Bus Berbeda untuk Turis, Bisa Hampir Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

18 March 2026 - 11:10 WIB

Kapal Nelayan Terbalik Usai Tabrakan di Lepas Pantai Jepang, 4 Orang Tewas

18 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News