Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Iran Siap Buka Jalur untuk Jepang di Selat Hormuz

badge-check


					Iran Siap Buka Jalur untuk Jepang di Selat Hormuz Perbesar

Iran menyatakan siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait dengan Jepang untuk melintas di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak global. Hal ini dilaporkan oleh Kyodo News, mengutip Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Teheran disebut telah memulai pembicaraan dengan Tokyo, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, terkait kemungkinan membuka kembali jalur tersebut. Araqchi menyampaikan hal ini dalam wawancara via telepon pada hari Jumat.

“Iran tentu siap mendukung kapal-kapal yang terkait dengan Jepang untuk melintas di Selat Hormuz,” ujar Araqchi, jika Jepang menginginkan jalur itu dibuka kembali.

Sekitar 90% impor minyak Jepang melewati selat tersebut, yang saat ini sebagian besar ditutup oleh Iran di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Lonjakan harga minyak global akibat perang yang telah memasuki minggu keempat ini membuat Jepang dan negara lain mulai melepas cadangan minyak mereka.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington dan mendesak Jepang untuk mengambil peran lebih besar, termasuk mengirim kapal perang guna membantu membuka jalur tersebut—meski hingga kini belum mendapat respons positif dari sekutu.

Takaichi mengatakan bahwa ia telah menjelaskan kepada Trump mengenai bentuk dukungan yang bisa dan tidak bisa diberikan Jepang sesuai hukum yang berlaku.

Di bawah konstitusi pasifis pascaperang, peran militer Jepang di luar negeri memang terbatas. Namun, undang-undang keamanan tahun 2015 memungkinkan Jepang menggunakan kekuatan militer jika terjadi ancaman terhadap kelangsungan negara, termasuk serangan terhadap sekutu dekat.

Araqchi, yang pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Jepang, juga menyebut hubungan Tokyo dan Teheran sebagai hubungan yang bersahabat. Ia berharap Jepang dapat berperan dalam mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “invasi yang tidak dapat dibenarkan dan ilegal” terhadap Iran.

Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat tampaknya belum siap untuk membuka dialog, sementara Iran menginginkan perang benar-benar diakhiri, bukan sekadar gencatan senjata, serta jaminan bahwa negaranya tidak akan kembali diserang.

Sc : reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News