Hujan ekstrem yang mengguyur Jepang bagian timur sejak Kamis (13/8) telah menyebabkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia, menurut laporan NHK pada Minggu (16/8).
Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027
Hujan deras memicu banjir, longsor, pemadaman listrik, serta gangguan transportasi. Prefektur Chiba menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dan untuk pertama kalinya mendapat peringatan hujan Level 5, level tertinggi dalam sistem peringatan cuaca Jepang.
Curah hujan di salah satu stasiun pengamatan di Chiba mencapai 30 sentimeter dalam 24 jam, menjadikannya curah hujan tertinggi untuk bulan Agustus di wilayah tersebut dalam sekitar 60 tahun.
Di Kota Chiba, jumlah hujan yang turun hingga Jumat pagi bahkan mencapai lebih dari tiga kali rata-rata curah hujan sepanjang bulan Agustus.
Berdasarkan data terbaru, lebih dari 70 rumah mengalami kerusakan sebagian, sementara lebih dari 1.000 rumah dilaporkan terendam banjir. Hampir 600 rumah mengalami genangan yang mencapai bagian atas lantai.
Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun
Banjir juga menyebabkan sekitar 1.200 kendaraan ditinggalkan di jalan, sehingga pihak berwenang masih melakukan proses evakuasi kendaraan.
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya menyebut kondisi hujan tersebut berpotensi menjadi “tingkat hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat cuaca ekstrem seperti hujan deras semakin sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan menjadi lebih intens.
Sc ; JT







