Menu

Dark Mode
Dua WN Vietnam Ditangkap di Osaka, Ubah Sepeda Listrik Jadi Moped Ilegal Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

News

Jepang Hentikan Sementara Visa SSW untuk Sektor Restoran Karena Capai Batas

badge-check


					Jepang Hentikan Sementara Visa SSW untuk Sektor Restoran Karena Capai Batas Perbesar

Pemerintah Jepang akan menghentikan sementara penerimaan pekerja asing baru di sektor restoran mulai 13 April, karena kuota tenaga kerja untuk sektor ini diperkirakan akan segera tercapai lebih cepat dari jadwal.

Keputusan yang diumumkan pada 27 Maret ini diambil setelah jumlah pemegang visa Specified Skilled Worker (SSW) Tipe 1 di industri makanan mencapai sekitar 46.000 orang hingga akhir Februari, mendekati batas maksimal 50.000 orang yang ditetapkan hingga tahun fiskal 2028.

Program SSW diluncurkan pada 2019 untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dalam negeri. Visa Tipe 1 memungkinkan pekerja asing tinggal hingga lima tahun, sementara Tipe 2 memberikan izin tinggal tanpa batas dan memungkinkan membawa keluarga.

Pemerintah menetapkan kuota untuk 19 sektor dalam program ini guna mencegah dampak negatif terhadap kesempatan kerja bagi warga Jepang.

Menurut Badan Layanan Imigrasi, ini merupakan penghentian kedua setelah sebelumnya terjadi di sektor manufaktur mesin industri pada 2022.

Industri restoran sendiri mempekerjakan sekitar 4 juta orang, dengan pekerja asing hanya menyumbang sekitar 1% dari total tenaga kerja. Meski begitu, kekurangan tenaga kerja di sektor ini sangat parah, dengan rasio lowongan terhadap pelamar mencapai 3,2—jauh di atas rata-rata semua industri yang berada di angka 1,3.

Penghentian ini diperkirakan akan memperketat persaingan tenaga kerja. Di satu sisi, hal ini bisa mendorong kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja bagi karyawan restoran. Namun di sisi lain, biaya operasional bisnis bisa meningkat, yang berpotensi membuat pemilik usaha mengurangi skala bisnis atau menaikkan harga menu.

Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan ini bisa dicabut jika ada slot kosong dalam kuota, misalnya karena pekerja pulang ke negara asal, pindah pekerjaan, atau naik ke visa Tipe 2.

Sc : asahi, NHK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua WN Vietnam Ditangkap di Osaka, Ubah Sepeda Listrik Jadi Moped Ilegal

19 August 2026 - 13:10 WIB

Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi

19 August 2026 - 12:10 WIB

Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah

19 August 2026 - 10:10 WIB

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News