Menu

Dark Mode
Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua Anime The Fable Dipastikan Lanjut ke Season 2, Pemeran Lama Kembali Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi

News

Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

badge-check


					This picture taken on January 15, 2026 shows recycled diapers in a recycling facility in Osaki town, Kagoshima Prefecture. A pilot project, billed as a world first, reuses the main ingredient in nappies to make new ones, offering hopes to ease bloated landfill sites and respond to a growing need for adult diapers in ageing Japan. (Photo by Philip FONG / AFP) / TO GO WITH: Japan-environment-manufacturing-diapers-demographics, FOCUS Perbesar

This picture taken on January 15, 2026 shows recycled diapers in a recycling facility in Osaki town, Kagoshima Prefecture. A pilot project, billed as a world first, reuses the main ingredient in nappies to make new ones, offering hopes to ease bloated landfill sites and respond to a growing need for adult diapers in ageing Japan. (Photo by Philip FONG / AFP) / TO GO WITH: Japan-environment-manufacturing-diapers-demographics, FOCUS

Miliaran popok kotor setiap tahunnya berakhir ditimbun atau dibakar di Jepang — bahkan lebih banyak berasal dari lansia dibanding bayi. Namun, sebuah terobosan daur ulang kini memberi “kehidupan baru” bagi limbah ini.

Sebuah proyek percontohan yang disebut sebagai yang pertama di dunia berhasil memanfaatkan kembali bahan utama popok untuk membuat produk baru, bahkan popok lagi. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan di tempat pembuangan akhir sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan popok dewasa di Jepang yang menua.

“Permintaan popok bayi menurun. Namun, jumlah lansia yang menggunakan popok terus meningkat, dan belakangan bahkan hewan peliharaan juga menggunakannya,” ujar Takahisa Takahara, presiden perusahaan produk kebersihan Jepang Unicharm yang mengembangkan proyek ini.

Ia menambahkan bahwa jika rasa bersalah konsumen terhadap produk sekali pakai bisa diubah menjadi sesuatu yang positif, maka penggunaan produk daur ulang bisa menjadi hal yang normal secara sosial dan layak secara ekonomi.

Unicharm menguji proyek ini di dua daerah perintis, yaitu Kota Shibushi dan Kota Osaki di Prefektur Kagoshima Prefecture, yang berhasil mendaur ulang sekitar 80% sampah rumah tangga — empat kali lipat rata-rata nasional Jepang.

Kedua wilayah dengan total sekitar 40.000 penduduk ini mulai mengambil langkah radikal sekitar 25 tahun lalu setelah diprediksi tempat pembuangan sampah mereka akan penuh pada 2004. Kini, tempat pembuangan tersebut diperkirakan masih bisa digunakan hingga 40 tahun ke depan.

Sejak 2024, popok mulai dimasukkan dalam program daur ulang, dengan warga diminta menuliskan nama mereka pada kantong sampah khusus.

“Prioritas utama kami adalah mengurangi sampah dan memperpanjang usia tempat pembuangan,” kata pejabat lingkungan Shibushi, Kenichi Matsunaga.

Dalam prosesnya, popok bekas dihancurkan, dicuci, lalu dipisahkan menjadi pulp, plastik, dan polimer penyerap (SAP). Unicharm sebelumnya sudah berhasil mengolah bahan tersebut menjadi produk dengan standar kebersihan lebih rendah, seperti kertas toilet.

Kini, mereka berhasil menggunakan kembali pulp — komponen utama popok — untuk membuat popok baru, melalui proses sterilisasi menggunakan ozon, pemutihan, dan penghilangan bau.

Ke depannya, pada 2028, perusahaan menargetkan dapat mendaur ulang plastik dan polimer penyerap dari popok bekas menjadi popok baru juga, menurut Tsutomu Kido.

Saat ini, produk daur ulang tersebut baru dijual terbatas di beberapa toko lokal dengan harga sekitar 10% lebih mahal dibanding produk biasa, atau didistribusikan ke fasilitas penitipan anak dan perawatan lansia tertentu.

Perusahaan juga sedang mengembangkan metode untuk mengurangi penggunaan air dalam proses daur ulang, serta menargetkan kerja sama dengan 20 pemerintah daerah pada 2035.

Secara umum, tingkat daur ulang sampah di Jepang masih tergolong rendah, yakni belum mencapai 20% dari total sampah kota, menurut National Institute for Environmental Studies. Angka ini jauh di bawah Jerman (67%), Inggris (44%), dan Amerika Serikat (sekitar 32%).

Namun, jumlah sampah per orang di Jepang lebih rendah dibanding rata-rata negara OECD, dan negara ini cukup unggul dalam menghasilkan listrik dari pembakaran sampah.

Di negara dengan populasi menua ini  yang memiliki hampir 100.000 penduduk berusia di atas 100 tahun penggunaan popok oleh lansia kini melampaui bayi. Pada 2024, Jepang memproduksi 9,6 miliar popok dewasa dan produk inkontinensia, dibandingkan 8 miliar popok bayi, menurut Japan Hygiene Products Industry Association.

Asosiasi tersebut memperkirakan Jepang akan membuang sekitar 2,6 juta ton popok kotor setiap tahun pada 2030, naik dari sekitar 2,2 juta ton pada 2020.

Pada tahun yang sama, proporsi popok dalam total sampah Jepang diperkirakan meningkat menjadi 7,1% dari sebelumnya 5,2%, menurut Kementerian Lingkungan Jepang.

Pemerintah Jepang menargetkan setidaknya 100 dari lebih dari 1.700 pemerintah daerah mulai menerapkan atau mempertimbangkan daur ulang popok pada 2030.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA

2 April 2026 - 13:10 WIB

Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan

2 April 2026 - 09:52 WIB

Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja

2 April 2026 - 09:52 WIB

Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi

1 April 2026 - 14:10 WIB

Sempat Macet dan Jebak Pengunjung 5 Jam, Lift Tokyo Skytree Kini Beroperasi Lagi

1 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News