Dua maskapai terbesar Jepang berencana menaikkan tarif penerbangan internasional mulai sekitar Juni atau Juli, seiring lonjakan biaya bahan bakar sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
All Nippon Airways (ANA) akan menaikkan fuel surcharge biaya tambahan bahan bakar yang dibebankan kepada penumpang—menjadi 55.000 yen (sekitar 345 dolar AS). Sementara itu, Japan Airlines (JAL) akan menaikkan biaya tersebut menjadi 50.000 yen.
Sebagai perbandingan, pada April dan Mei, biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan dari Jepang ke Eropa dan Amerika Utara berada di kisaran 30.000 yen. Artinya, kenaikan ini berkisar antara 50 persen hingga hampir 100 persen, tergantung rute.
Maskapai Jepang biasanya menghitung dan menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar setiap dua bulan berdasarkan rata-rata harga bahan bakar jet.
Di tengah konflik Timur Tengah, Iran sempat menutup Selat Hormuz, jalur penting dalam perdagangan minyak global. Akibatnya, harga minyak melonjak dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar pesawat.
Besaran biaya tambahan baru ini akan ditetapkan secara resmi setelah pengajuan ke otoritas terkait di masing-masing negara.
Menurut Koji Shibata, harga minyak saat ini sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh pernyataan dari Donald Trump, namun secara keseluruhan masih berada di level tinggi. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan merespons dengan hati-hati.








