Pada 26 Maret, seorang karyawan perempuan di toko Pokémon Center di distrik Ikebukuro tewas setelah ditusuk. Insiden mengejutkan ini membuat pihak pengelola langsung menutup toko tersebut tanpa batas waktu, termasuk kafe Pokémon Sweets yang berada di pusat perbelanjaan yang sama. Sementara Pokémon Center lain di Jepang tetap beroperasi, mereka juga mulai meninjau ulang sistem operasional untuk sementara waktu.
Selain sebagai toko, Pokémon Center juga menjadi tempat berbagai acara penggemar, seperti kontes, pembagian hadiah, dan sesi temu karakter yang menarik pengunjung dari berbagai usia. Namun, pihak pengelola mengumumkan bahwa seluruh event di semua Pokémon Center di Jepang akan dibatalkan sepanjang bulan April, termasuk acara rutin seperti Pokémon Greetings dan sesi pembelajaran permainan kartu Pokémon.
Pengecualian hanya berlaku untuk turnamen resmi seperti Pokémon Card Game City League dan kualifikasi divisi Pokémon GO yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Sebagai kompetisi resmi, pembatalannya dinilai lebih rumit untuk dilakukan sepenuhnya.
Meski begitu, beberapa perubahan tetap diterapkan, khususnya untuk turnamen Pokémon GO. Awalnya, acara ini direncanakan terbuka untuk penonton dengan akses langsung maupun melalui layar di dalam toko, serta pembagian merchandise khusus. Namun kini, seluruh akses penonton dan pembagian hadiah tersebut dibatalkan. Kompetisi tetap berlangsung, tetapi dalam lingkungan yang lebih terbatas dengan jarak antara peserta dan pengunjung umum.
Perlu dicatat bahwa insiden penusukan tersebut berasal dari hubungan pribadi antara korban dan pelaku, bukan karena kebencian terhadap Pokémon Center, franchise Pokémon, atau para penggemarnya. Meski begitu, kejadian ini mendorong pihak pengelola untuk meninjau kembali sistem keamanan mereka.
Selain faktor keamanan, keputusan pembatalan event juga kemungkinan besar dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap korban. Di Jepang, membatalkan acara perayaan setelah tragedi merupakan hal yang umum, seperti yang terjadi setelah Gempa dan Tsunami Tohoku 2011, ketika banyak festival sakura dan kembang api dihentikan. Oleh karena itu, langkah Pokémon Center ini dinilai sebagai bentuk empati di tengah situasi duka.
Sc : JT







