Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup

badge-check


					Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup Perbesar

Tottori Nishi High School, salah satu SMA persiapan universitas paling bergengsi di Prefektur Tottori, Jepang, membuat heboh setelah jumlah pendaftarnya untuk pertama kali turun di bawah kuota penerimaan siswa.

Pada ujian masuk tahun 2024, rasio pendaftar sekolah ini hanya 0,96. Artinya, jumlah pendaftar lebih sedikit dibanding jumlah kursi yang tersedia, sehingga semua siswa yang mendaftar otomatis lolos.

Sekolah yang sejarahnya berasal dari era Edo ini dikenal sebagai sekolah elite yang sudah melahirkan banyak tokoh penting Jepang, mulai dari politikus hingga peneliti.

Mantan kepala sekolahnya, Susumu Kunioka, mengatakan salah satu penyebabnya adalah perubahan pola pikir generasi muda Jepang.

Dulu banyak siswa percaya bahwa belajar mati-matian lalu masuk universitas bagus akan menjamin masa depan cerah. Namun sekarang, banyak anak muda mulai mencari sekolah yang bukan cuma fokus akademik, tetapi juga memberi pengalaman, aktivitas, dan ruang berkembang.

Karena itu, pihak sekolah mulai melakukan banyak perubahan:

  • Mendorong siswa aktif ikut klub
  • Memperkuat kegiatan non-akademik
  • Memperbanyak publikasi prestasi siswa
  • Mendukung aktivitas di luar sekolah seperti festival budaya dan kompetisi nasional

Hasilnya, tingkat partisipasi klub naik dari 80% menjadi 97%.

Beberapa prestasi siswanya antara lain:

  • Tim baseball kini rutin bersaing menuju turnamen nasional
  • Tim basket putri berhasil masuk semifinal prefektur hanya dengan 5 anggota
  • Siswi sekolah tersebut menjadi runner-up kompetisi balap sepeda tingkat nasional
  • Ada juga siswi pecinta kimono yang sampai ikut kejuaraan dunia memakai kimono

Berkat perubahan tersebut, jumlah pendaftar untuk tahun ajaran 2025 dan 2026 akhirnya kembali naik di atas kuota.

Fenomena ini ternyata bukan cuma terjadi di satu sekolah. Data menunjukkan sekitar 70% SMA negeri full-time di Jepang kini memiliki jumlah pendaftar di bawah kapasitas.

Di Prefektur Tottori sendiri, rasio pendaftar SMA bahkan turun ke rekor terendah 0,79 akibat penurunan angka kelahiran yang terus memburuk di Jepang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News