Menu

Dark Mode
Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027 Manga Nobunaga Concerto Kembali Setelah Vakum 2 Tahun, Akan Tamat dalam 3 Chapter Lagi Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo Jepang Pastikan Pasokan Minyak Tetap Aman Meski Selat Hormuz Ditutup Kapten Timnas Jepang Wataru Endo Mundur dari Skuad Timnas karena Cedera dan Umumkan Pensiun Internasional Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

News

Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup

badge-check


					Sekolah Elite di Jepang Sampai Kekurangan Murid, Nilai Bagus Saja Kini Tak Lagi Cukup Perbesar

Tottori Nishi High School, salah satu SMA persiapan universitas paling bergengsi di Prefektur Tottori, Jepang, membuat heboh setelah jumlah pendaftarnya untuk pertama kali turun di bawah kuota penerimaan siswa.

Pada ujian masuk tahun 2024, rasio pendaftar sekolah ini hanya 0,96. Artinya, jumlah pendaftar lebih sedikit dibanding jumlah kursi yang tersedia, sehingga semua siswa yang mendaftar otomatis lolos.

Sekolah yang sejarahnya berasal dari era Edo ini dikenal sebagai sekolah elite yang sudah melahirkan banyak tokoh penting Jepang, mulai dari politikus hingga peneliti.

Mantan kepala sekolahnya, Susumu Kunioka, mengatakan salah satu penyebabnya adalah perubahan pola pikir generasi muda Jepang.

Dulu banyak siswa percaya bahwa belajar mati-matian lalu masuk universitas bagus akan menjamin masa depan cerah. Namun sekarang, banyak anak muda mulai mencari sekolah yang bukan cuma fokus akademik, tetapi juga memberi pengalaman, aktivitas, dan ruang berkembang.

Karena itu, pihak sekolah mulai melakukan banyak perubahan:

  • Mendorong siswa aktif ikut klub
  • Memperkuat kegiatan non-akademik
  • Memperbanyak publikasi prestasi siswa
  • Mendukung aktivitas di luar sekolah seperti festival budaya dan kompetisi nasional

Hasilnya, tingkat partisipasi klub naik dari 80% menjadi 97%.

Beberapa prestasi siswanya antara lain:

  • Tim baseball kini rutin bersaing menuju turnamen nasional
  • Tim basket putri berhasil masuk semifinal prefektur hanya dengan 5 anggota
  • Siswi sekolah tersebut menjadi runner-up kompetisi balap sepeda tingkat nasional
  • Ada juga siswi pecinta kimono yang sampai ikut kejuaraan dunia memakai kimono

Berkat perubahan tersebut, jumlah pendaftar untuk tahun ajaran 2025 dan 2026 akhirnya kembali naik di atas kuota.

Fenomena ini ternyata bukan cuma terjadi di satu sekolah. Data menunjukkan sekitar 70% SMA negeri full-time di Jepang kini memiliki jumlah pendaftar di bawah kapasitas.

Di Prefektur Tottori sendiri, rasio pendaftar SMA bahkan turun ke rekor terendah 0,79 akibat penurunan angka kelahiran yang terus memburuk di Jepang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027

12 June 2026 - 19:10 WIB

Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo

12 June 2026 - 13:10 WIB

Jepang Pastikan Pasokan Minyak Tetap Aman Meski Selat Hormuz Ditutup

12 June 2026 - 12:10 WIB

Kapten Timnas Jepang Wataru Endo Mundur dari Skuad Timnas karena Cedera dan Umumkan Pensiun Internasional

12 June 2026 - 10:10 WIB

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Trending on News