Kementerian Lingkungan Jepang akan mulai melakukan survei populasi beruang di wilayah Tohoku dan sekitarnya mulai Juni dengan memasang sekitar 800 kamera di pegunungan. Langkah ini dilakukan setelah kasus serangan beruang terhadap manusia meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Survei akan dilakukan menggunakan kamera jebak dan berbagai metode lain untuk menghitung jumlah beruang hitam di enam prefektur wilayah Tohoku, yaitu Aomori, Akita, Iwate, Yamagata, Miyagi, dan Fukushima, serta Prefektur Niigata yang berada di dekatnya. Hasil perkiraan jumlah populasi diperkirakan diumumkan paling cepat awal tahun depan.
Rencana survei ini diumumkan setelah Jepang mencatat rekor tertinggi jumlah korban serangan beruang, dengan total 238 orang terluka atau meninggal dalam periode hingga Maret lalu.
Dalam rapat kementerian terkait penanggulangan beruang baru-baru ini juga dilaporkan bahwa jumlah penampakan beruang di wilayah Tohoku pada April tahun ini lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Lingkungan menyebut survei serupa juga akan diperluas ke wilayah lain Jepang pada tahun fiskal 2027.
Untuk Hokkaido yang dihuni beruang cokelat, pemerintah berencana memakai metode pengumpulan rambut tubuh beruang guna memperkirakan jumlah populasi mereka.
Sementara itu, pemerintah juga akan menyelidiki populasi kecil beruang hitam di Pulau Shikoku. Namun tidak ada rencana survei di Kyushu karena hewan tersebut diyakini sudah punah di wilayah itu.
Menurut data pemerintah Jepang, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 19 ribu beruang hitam di wilayah Tohoku dan sekitar 11.600 beruang cokelat di Hokkaido.
Sc : JT







