Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

badge-check


					Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Perbesar

Bank of Japan (BOJ) pada 16 Juni resmi menaikkan suku bunga acuannya dari sekitar 0,75 persen menjadi 1 persen. Angka ini menjadi level tertinggi sejak September 1995 atau sekitar 31 tahun terakhir.

Kenaikan tersebut merupakan yang keempat sejak BOJ mengakhiri kebijakan pelonggaran moneter besar-besaran pada Maret 2024, sekaligus menjadi kenaikan pertama sejak Desember lalu.

Keputusan itu disetujui melalui voting 7 berbanding 1 dalam rapat dewan kebijakan BOJ. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, tidak hadir karena sedang menjalani perawatan akibat penyakit infeksi.

Satu-satunya anggota yang menolak kenaikan suku bunga adalah Toichiro Asada. Ia menilai konflik di Timur Tengah masih berisiko menekan produksi dan lapangan kerja di Jepang.

Meski demikian, BOJ menilai kondisi ekonomi Jepang masih cukup kuat. Menurut bank sentral, keuntungan perusahaan yang tinggi serta membaiknya kondisi pekerjaan dan pendapatan masyarakat masih menopang perekonomian.

Salah satu alasan utama kenaikan suku bunga ini adalah kekhawatiran terhadap inflasi. BOJ menilai kenaikan harga minyak mentah akibat krisis Timur Tengah mulai mendorong perusahaan menaikkan harga barang dan jasa, yang berpotensi menyebar lebih luas ke tingkat konsumen.

Kenaikan suku bunga diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk bunga tabungan, kredit rumah dengan bunga mengambang, hingga pinjaman perusahaan.

Meski naik menjadi 1 persen, suku bunga Jepang masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara Eropa maupun Amerika Serikat.

BOJ juga menegaskan bahwa kondisi keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi tetap akan dipertahankan. Namun bank sentral memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin dilakukan jika inflasi dan kondisi ekonomi terus menguat.

BOJ Tetap Kurangi Kepemilikan Obligasi

Selain menaikkan suku bunga, BOJ mempertahankan rencana pengurangan pembelian obligasi pemerintah sebesar 200 miliar yen setiap tiga bulan hingga Maret 2027.

Setelah April 2027, pengurangan tersebut akan dihentikan dan pembelian obligasi akan dipertahankan pada level 2 triliun yen per bulan.

Saat ini, BOJ memegang hampir setengah dari seluruh obligasi pemerintah Jepang yang beredar. Kondisi ini selama bertahun-tahun menjadi sorotan karena dianggap mengganggu mekanisme pasar obligasi.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Berikutnya

Dalam konferensi pers setelah rapat, Wakil Gubernur BOJ Shinichi Uchida menyatakan bahwa ketidakpastian masih tinggi meskipun konflik antara Amerika Serikat dan Iran suatu saat mereda.

Menurutnya, BOJ juga harus mewaspadai kemungkinan inflasi melampaui target stabilitas harga sebesar 2 persen.

Uchida menegaskan bahwa BOJ akan terus menyesuaikan suku bunga sesuai perkembangan ekonomi, inflasi, dan kondisi keuangan. Namun ia tidak memberikan kepastian kapan Jepang akan mencapai tingkat suku bunga netral, yaitu level yang tidak terlalu mendorong maupun menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap sesuai kondisi yang ada,” ujarnya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News