Seluruh kapal tanker minyak yang terkait dengan Jepang dan sempat terdampak ketegangan di Timur Tengah kini telah berhasil melewati Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui situasi tersebut pada Selasa.
Berdasarkan data dari situs pelacakan kapal global MarineTraffic dan sumber lainnya, kapal-kapal tanker tersebut, termasuk yang dioperasikan oleh Mitsui O.S.K. Lines, telah melewati Selat Hormuz. Sebagian di antaranya kini sedang berlayar menuju Jepang.
Meski demikian, situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia masih belum sepenuhnya aman.
Sementara itu, masih ada empat kapal lain yang berkaitan dengan Jepang yang hingga kini masih berada di Teluk Persia dan belum dapat melanjutkan pelayaran.
Ketegangan kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Sehari kemudian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS akan kembali melakukan blokade maritim terhadap Iran. Ia juga menuntut agar Amerika Serikat menerima kompensasi sebesar 20 persen dari nilai seluruh kargo yang melintasi selat tersebut sebagai imbalan atas perannya menjaga keamanan jalur pelayaran.
Di Jepang, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Yasushi Kaneko mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dengan serius.
“Kami memprioritaskan pemulihan kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta terus memantau perkembangan terkait dengan penuh perhatian,” ujarnya.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, kapal yang dikategorikan terkait Jepang meliputi kapal berbendera Jepang, kapal asing yang membawa warga negara Jepang, kapal yang dioperasikan perusahaan pelayaran Jepang, maupun kapal yang mengangkut muatan penting bagi aktivitas ekonomi Jepang.
Sc : KN








