Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

badge-check


					Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Perbesar

Pemerintah Jepang mulai memperluas perlindungan terhadap suara selebritas dan pengisi suara (seiyuu) di tengah maraknya video palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Dalam pedoman yang diumumkan Kementerian Kehakiman Jepang pada Jumat, penggunaan suara yang menyerupai aktor atau seiyuu dalam konten AI tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran hak publisitas, terutama jika konten tersebut diunggah ke media sosial dan menghasilkan keuntungan.

Jepang saat ini belum memiliki undang-undang khusus yang secara eksplisit melindungi apa yang disebut sebagai “hak suara”. Pedoman tersebut dibuat setelah sejumlah seiyuu meminta pemerintah mengambil tindakan terhadap penggunaan suara mereka oleh AI tanpa izin.

Aturan ini berlaku bagi pengguna AI, baik perusahaan maupun individu. Salah satu contoh yang disebut adalah membuat musik menggunakan suara seorang seiyuu lalu mengunggahnya secara publik tanpa izin. Jika dinilai melanggar hak, konten tersebut dapat diminta untuk dihapus dan pemilik suara dapat menuntut kompensasi.

Penggunaan suara yang menyerupai seiyuu dalam video cabul juga dapat dianggap sebagai pelanggaran apabila merusak reputasi orang yang bersangkutan.

Namun, tidak semua penggunaan suara yang mirip otomatis dianggap melanggar. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tingkat kemiripan suara serta informasi lain yang dapat menghubungkan suara tersebut dengan orang tertentu.

Menariknya, impresi oleh komedian yang secara jelas menyebut nama tokoh yang mereka tirukan tidak dianggap sebagai pelanggaran dalam contoh yang diberikan pemerintah.

Pedoman ini menjadi langkah Jepang untuk mencari keseimbangan antara mendorong perkembangan teknologi AI dan melindungi identitas serta hak pribadi seseorang dari penyalahgunaan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News