Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

badge-check


					Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Perbesar

Pemerintah Jepang mulai memperluas perlindungan terhadap suara selebritas dan pengisi suara (seiyuu) di tengah maraknya video palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Dalam pedoman yang diumumkan Kementerian Kehakiman Jepang pada Jumat, penggunaan suara yang menyerupai aktor atau seiyuu dalam konten AI tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran hak publisitas, terutama jika konten tersebut diunggah ke media sosial dan menghasilkan keuntungan.

Jepang saat ini belum memiliki undang-undang khusus yang secara eksplisit melindungi apa yang disebut sebagai “hak suara”. Pedoman tersebut dibuat setelah sejumlah seiyuu meminta pemerintah mengambil tindakan terhadap penggunaan suara mereka oleh AI tanpa izin.

Aturan ini berlaku bagi pengguna AI, baik perusahaan maupun individu. Salah satu contoh yang disebut adalah membuat musik menggunakan suara seorang seiyuu lalu mengunggahnya secara publik tanpa izin. Jika dinilai melanggar hak, konten tersebut dapat diminta untuk dihapus dan pemilik suara dapat menuntut kompensasi.

Penggunaan suara yang menyerupai seiyuu dalam video cabul juga dapat dianggap sebagai pelanggaran apabila merusak reputasi orang yang bersangkutan.

Namun, tidak semua penggunaan suara yang mirip otomatis dianggap melanggar. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tingkat kemiripan suara serta informasi lain yang dapat menghubungkan suara tersebut dengan orang tertentu.

Menariknya, impresi oleh komedian yang secara jelas menyebut nama tokoh yang mereka tirukan tidak dianggap sebagai pelanggaran dalam contoh yang diberikan pemerintah.

Pedoman ini menjadi langkah Jepang untuk mencari keseimbangan antara mendorong perkembangan teknologi AI dan melindungi identitas serta hak pribadi seseorang dari penyalahgunaan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News