Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz

badge-check


					PM Jepang dan Presiden Turki Sepakat Tolak Pungutan Lintas di Selat Hormuz Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (kemarin) menyatakan penolakan mereka terhadap pemungutan biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Keduanya menegaskan komitmen untuk terus menjalin kerja sama erat di tengah kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pernyataan kepada wartawan usai pembicaraan telepon, Takaichi menekankan pentingnya “menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran” di selat tersebut “tanpa beban biaya tambahan.” Menanggapi hal itu, Erdogan menyatakan bahwa pandangannya mengenai jalur transportasi energi strategis itu “sepenuhnya sejalan” dengan pandangan Takaichi.

Takaichi juga menyampaikan kepada Erdogan bahwa Jepang “sangat mengapresiasi” upaya Turki dalam memediasi perang di Timur Tengah yang meletus sejak akhir Februari lalu. Kedua pemimpin sepakat untuk mendorong kerja sama bilateral di berbagai bidang, seperti keamanan, ekonomi, dan pendidikan.

Lalu lintas di Selat Hormuz saat ini masih sangat terbatas karena AS dan Iran terus bersitegang mengenai kendali dan biaya transit. Tehran dilaporkan berupaya memberlakukan pungutan bagi kapal-kapal serta mewajibkan izin melintas—sebuah usulan yang ditolak mentah-mentah oleh Washington.

Blokade selat tersebut telah mengganggu pasokan energi, memicu kekhawatiran akan kelangkaan, dan melonjakkan harga minyak yang menjadi pukulan berat bagi Jepang, negara yang miskin sumber daya alam, sekutu dekat AS, namun secara tradisional menjaga hubungan baik dengan Iran dan sangat bergantung pada minyak mentah dari Timur Tengah.

Dalam langkah terkait, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud dalam pertemuan di Riyadh pada hari yang sama sepakat untuk bekerja sama menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran di selat tersebut. Keduanya juga mengonfirmasi kerja sama dalam memastikan pasokan energi yang stabil ke pasar internasional, demikian dikutip dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Arab Saudi merupakan salah satu pemasok utama minyak mentah bagi Jepang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News