Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

badge-check


					71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Perbesar

Sebanyak 71,7 persen warga Jepang mengaku khawatir terhadap kondisi keuangan negara jika pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan pemangkasan sementara pajak konsumsi untuk makanan dan minuman. Hal tersebut terungkap dalam survei Kyodo News yang dilakukan pada akhir pekan.

Dalam survei tersebut, 71,7 persen responden mengatakan mereka khawatir atau cukup khawatir kondisi fiskal Jepang akan semakin memburuk akibat kebijakan tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya mendorong kebijakan untuk menurunkan pajak konsumsi makanan dan minuman dari 8 persen menjadi 1 persen sebagai langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Namun, kebijakan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi keuangan Jepang yang memang sudah berada dalam tekanan.

Survei yang dilakukan melalui telepon pada Sabtu dan Minggu itu juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kabinet Takaichi turun 3,5 poin persentase dibandingkan survei sebelumnya pada Juli, menjadi 50,2 persen. Angka tersebut merupakan tingkat terendah sejak Takaichi menjabat sebagai perdana menteri tahun lalu.

Sementara itu, tingkat ketidakpuasan terhadap kabinet naik tipis menjadi 33,9 persen.

Takaichi juga mendapat sorotan terkait kebijakan belanja pemerintah yang agresif untuk mendukung sektor-sektor strategis dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tersebut disebut turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar yen dan meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang.

Dalam isu politik lainnya, 73,8 persen responden menolak jika anggota parlemen yang terlibat dalam skandal dana gelap atau slush fund diberikan posisi penting di pemerintahan maupun partai.

Survei juga menanyakan sikap masyarakat terhadap keputusan Takaichi yang tidak menggunakan kata “penyesalan” (remorse) dalam pidatonya pada 15 Agustus untuk memperingati kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Sebanyak 47,8 persen mendukung keputusan tersebut, sementara 42,6 persen menentangnya.

Meski tingkat kepuasan terhadap kabinet mengalami penurunan, Partai Demokrat Liberal (LDP) masih menjadi partai dengan tingkat dukungan terbesar dalam survei, yakni 34,9 persen.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News