Seorang perempuan asal Taiwan yang bekerja di industri hiburan ditangkap polisi Jepang karena diduga melakukan tindakan vandalisme terhadap sebuah batu bersejarah di sebuah kuil di Jepang bagian barat pada April lalu.
Menurut kepolisian setempat, Tsai Yi-chen (39) diduga menuangkan cairan ke sebuah batu di Kuil Yakushiji, Nara, pada 6 April. Batu tersebut memiliki ukiran yang menggambarkan jejak kaki Buddha Shakyamuni.
Tsai yang ditangkap pada Sabtu disebut mengatakan kepada polisi, “Karena saat berdoa saya biasa menuangkan minyak pada benda-benda yang membuat saya terharu, saya rasa saya menuangkan minyak ke batu jejak kaki Buddha tersebut.”
Polisi mengatakan bahwa gliserin, yang digunakan antara lain sebagai pemanis dan dalam produk kosmetik, ditemukan dalam cairan tersebut.
Saat kejadian, Tsai sedang mengunjungi kuil tersebut sebagai wisatawan. Polisi mengidentifikasinya melalui rekaman kamera keamanan dan menangkapnya di Bandara Internasional Kansai, Osaka, ketika ia kembali memasuki Jepang.
Batu tersebut ditetapkan sebagai harta nasional Jepang. Kuil Yakushiji sendiri merupakan bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO.
Manajer Tsai pada Senin menyampaikan permintaan maaf melalui Facebook atas “kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada publik akibat insiden ini.”
Dalam pernyataannya, sang manajer mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang Jepang sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya masih belum dapat melakukan kontak langsung dengan Tsai.
“Setelah situasinya menjadi lebih jelas, dan selama hal tersebut tidak memengaruhi proses hukum yang sedang berlangsung, kami akan memberikan informasi lebih lanjut kepada semua pihak melalui pernyataan resmi pada waktu yang tepat,” demikian isi pernyataan tersebut.
Sc : mainichi








