Sedikitnya 36 gangguan perjalanan kereta api di Jepang selama sekitar 10 tahun terakhir disebabkan oleh power bank milik penumpang yang terbakar. Beberapa insiden bahkan berdampak serius, termasuk satu kejadian yang menghentikan layanan kereta selama hampir dua jam.
Jumlah gangguan akibat kebakaran power bank belakangan ini menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut mendorong sejumlah operator kereta api di Jepang untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penumpang.
Tujuh Insiden Terjadi pada Semester Pertama 2026
Data tersebut terungkap melalui survei yang dilakukan surat kabar Mainichi Shimbun terhadap 22 operator kereta api. Responden terdiri dari 16 perusahaan kereta swasta besar yang tergabung dalam Japan Private Railway Association serta enam perusahaan dalam kelompok Japan Railways (JR).
Kuesioner disebarkan pada Juli 2026. Ketika ditanya apakah pernah mengalami gangguan perjalanan akibat kebakaran power bank sejak 2017, sebanyak 13 perusahaan atau lebih dari separuh responden menjawab pernah. Beberapa perusahaan mengaku kesulitan mengumpulkan data lama sehingga hanya memberikan angka untuk dua atau tiga tahun terakhir.
Hingga akhir Juni 2026, tercatat 36 gangguan perjalanan kereta akibat kebakaran power bank. Sebelumnya, jumlah kejadian per tahun umumnya tidak lebih dari tiga insiden. Namun, angka tersebut melonjak menjadi 11 insiden sepanjang 2025.
Pada semester pertama 2026 saja, sudah terjadi tujuh insiden. Jika tren ini berlanjut, jumlah gangguan akibat kebakaran power bank pada tahun ini berpotensi menjadi yang tertinggi dalam periode yang disurvei.
Salah satu insiden paling serius terjadi pada Juli 2025, ketika sebuah power bank terbakar di dalam kereta Jalur JR Yamanote. Kejadian yang berlangsung pada Minggu malam itu menyebabkan layanan kereta dihentikan hingga 119 menit atau hampir dua jam, sehingga berdampak pada sekitar 98.000 penumpang.
Pemilik power bank mengalami luka bakar ringan. Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka ringan ketika proses evakuasi berlangsung. Power bank yang berada di dalam tas tersebut diduga terbakar saat digunakan untuk mengisi daya ponsel. Perangkat itu juga dilaporkan termasuk produk yang terkena penarikan kembali (recall).
Gangguan serupa turut terjadi pada layanan kereta cepat Shinkansen. Sepanjang 2025 hingga 2026, tercatat lima insiden di jalur Joetsu, Tokaido, dan Sanyo Shinkansen.
Pada Juni 2026, sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap di dalam kereta Sanyo Shinkansen. Insiden tersebut menyebabkan keterlambatan selama 42 menit dan berdampak pada sekitar 15.700 penumpang.
Menyusul serangkaian kejadian itu, sejumlah operator kereta mulai menyediakan fire blanket atau selimut pemadam kebakaran khusus untuk menutupi power bank yang terbakar. Peralatan tersebut ditempatkan di stasiun dan di dalam kereta agar dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, banyak operator memasang pengumuman melalui pengeras suara di dalam kereta untuk meminta penumpang agar tidak menggunakan power bank. Seluruh 22 perusahaan yang berpartisipasi dalam survei menyatakan telah menerapkan sejumlah langkah keselamatan untuk mengantisipasi insiden tersebut.
Sc : mainichi








