Seekor ular kecil yang ditemukan di dalam pesawat di wilayah barat daya Jepang hingga menyebabkan penerbangan dibatalkan pada Senin, ternyata merupakan ular Jepang yang tidak berbisa. Hal tersebut disampaikan oleh maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut pada Selasa.
Japan Air Commuter Co. (JAC), perusahaan yang tergabung dalam grup Japan Airlines (JAL), mengatakan bahwa ular sepanjang sekitar 40 sentimeter itu ditemukan oleh seorang teknisi di bawah karpet pesawat di Bandara Fukuoka sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Menurut JAC, seorang ahli mengidentifikasi ular tersebut sebagai anak ular belang Jepang (Japanese striped snake). Ular itu kemudian berhasil ditangkap.
Pihak maskapai menyatakan bahwa asal masuknya ular ke dalam pesawat belum diketahui. JAC juga mengungkapkan bahwa insiden semacam ini merupakan yang pertama kali mereka alami.
Pesawat tersebut sebelumnya tiba dari Bandara Izumo di Prefektur Shimane pada Senin. Pesawat dijadwalkan kembali berangkat dari Bandara Fukuoka pada pukul 12.50 waktu setempat pada hari yang sama.
Namun, ketika pesawat sedang dipersiapkan untuk keberangkatan, seekor hewan kecil terlihat berada di dalamnya. Demi menangani temuan tersebut, JAC membatalkan penerbangan menuju Prefektur Kagoshima yang berada tidak jauh dari Fukuoka.
Sc : mainichi








