Menu

Dark Mode
Rusa “Nyasar” di Osaka Akhirnya Ditangkap, Tak Bisa Dipulangkan ke Nara Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungan Kenegaraan ke Jepang 29-31 Maret 2026 Harga BBM Jepang Turun Tajam Usai Tembus Rekor, Disubsidi Besar-Besaran Salah Orang Selama 16 Tahun, Pemerintah Kota di Jepang Minta Maaf Setelah Pungut Uang Pajak dari Orang yang Salah Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang Anime Jack-of-All-Trades, Party of None Dipastikan Lanjut ke Season 2

Teknologi

Universitas Nagasaki Kembangkan AI untuk Latihan Wawancara Medis dengan Pasien Virtual

badge-check


					Å@ê∂ê¨Ç`ÇhÇäàópǵà„äwê∂Ç™ñ‚êfÇÃó˚èKÇÇ∑ÇÈDZÇ∆Ç™Ç≈Ç´ÇÈÉVÉXÉeÉÄÇÃÉfÉÇÉìÉXÉgÉåÅ[ÉVÉáÉìÅÅÇSì˙åflëOÅAí∑çËés Perbesar

Å@ê∂ê¨Ç`ÇhÇäàópǵà„äwê∂Ç™ñ‚êfÇÃó˚èKÇÇ∑ÇÈDZÇ∆Ç™Ç≈Ç´ÇÈÉVÉXÉeÉÄÇÃÉfÉÇÉìÉXÉgÉåÅ[ÉVÉáÉìÅÅÇSì˙åflëOÅAí∑çËés

Universitas Nagasaki di Jepang barat daya, bersama perusahaan pengembang sistem lokal, telah memperkenalkan program kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan mahasiswa kedokteran berlatih wawancara dengan pasien virtual di layar.

Pengembangan ini dilakukan karena universitas-universitas di daerah semakin kesulitan mendapatkan pasien simulasi, yang membutuhkan pelatihan khusus untuk meniru gejala penyakit secara akurat. Masalah ini diperparah oleh penurunan populasi di banyak wilayah Jepang.

Dalam demonstrasi awal Maret lalu, seorang pasien AI melaporkan mengalami demam dan batuk selama dua hingga tiga hari serta merespons pertanyaan dari seorang peserta yang berperan sebagai mahasiswa kedokteran. Program ini dijadwalkan mulai digunakan pada Maret 2026.

Dengan memanfaatkan teknologi AI, universitas berharap dapat meningkatkan pelatihan medis mahasiswa melalui interaksi dengan berbagai pasien virtual yang memiliki perbedaan usia, jenis kelamin, dan gejala.

“Kami akan menambahkan fitur penilaian dan umpan balik pada sistem. Kami berharap ini dapat menghasilkan metode belajar yang lebih efisien serta meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Shinya Kawashiri, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki.

Toru Kobayashi, profesor dari Fakultas Ilmu Informasi dan Data di universitas tersebut, menyebut inovasi ini sebagai sebuah “langkah baru” dalam dunia pendidikan medis di Jepang.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Uji Coba AI untuk Deteksi Kanker Lewat X-ray, Beban Dokter Diharapkan Berkurang

25 March 2026 - 16:10 WIB

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on Teknologi