Menu

Dark Mode
JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa Menteri Jepang Minta Maaf Setelah Terlambat 5 Menit Saat Menuju Rapat Kabinet Survei Pemerintah Jepang: 40% Guru SMP Bekerja Lembur Melebihi Batas Hukum Film Live-Action “In the Clear Moonlit Dusk” Umumkan Tanggal Tayang 23 Oktober Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan

TRAVEL

Terlalu Banyak Wisatawan, Desa Shirakawa Luncurkan Panduan Baru

badge-check


					Terlalu Banyak Wisatawan, Desa Shirakawa Luncurkan Panduan Baru Perbesar

Desa Shirakawa di Prefektur Gifu telah merilis sebuah buku panduan wisata yang tidak biasa untuk mengatasi permasalahan overtourism di kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO yang terkenal dengan rumah-rumah tradisional beratap jerami gaya gassho-zukuri.

Panduan bertajuk “Reconnecting Shirakawago” ini menekankan bahwa lanskap desa bukanlah taman hiburan, melainkan area tempat tinggal warga lokal.

Buku panduan tersebut tidak hanya memberikan informasi wisata, tetapi juga membahas tantangan yang dihadapi oleh desa berpenduduk sekitar 1.500 orang serta memberikan imbauan dan etika berkunjung bagi wisatawan.

“Warga desa sudah terlalu lelah untuk selalu menyambut wisatawan dengan tangan terbuka,” ujar seorang pejabat dari bagian promosi pariwisata desa. “Panduan ini dibuat karena kami ingin pengunjung berwisata secara bertanggung jawab.”

Fokus pada Etika, Bukan Objek Wisata

Alih-alih menonjolkan spot terkenal, panduan ini lebih banyak berisi aturan dan etika dasar berkunjung, seperti:

  • Dilarang berwisata di malam hari

  • Larangan merokok di jalan dan membuang puntung rokok sembarangan

  • Tidak boleh menggunakan kembang api atau sumber api lainnya

  • Bawa pulang sampah sendiri

  • Parkir hanya di tempat resmi milik desa

  • Larangan penggunaan drone

Panduan ini juga memuat komik empat panel yang menggambarkan reaksi warga terhadap wisatawan asing yang masuk tanpa izin dan sembarangan berdoa di altar Buddha rumah warga.

Tujuan: Sebar Wisatawan & Ringankan Beban Warga

Jumlah wisatawan melonjak dari 770.000 orang pada tahun 1995 menjadi 2,15 juta pada 2019. Pada 2024, jumlahnya kembali tinggi mencapai 2,08 juta orang, menciptakan kemacetan dan mengganggu aktivitas warga.

Pemerintah desa berharap wisatawan tidak hanya memadati zona utama, tetapi juga menjelajahi area Shirakawago yang lebih luas, seperti Rumah Toyama, Bendungan Miboro, dan kawasan onsen.

Panduan ini disebarkan di kantor Prefektur Gifu di Tokyo dan toko oleh-oleh di Nagoya, serta dapat diunduh melalui situs resmi desa Shirakawa. Pemerintah desa juga tengah mempertimbangkan versi multibahasa agar dapat diakses wisatawan mancanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kyoto Naikkan Pajak Penginapan hingga 10.000 Yen, Himeji Castle Juga Naikkan Harga Tiket untuk Turis Nonresiden

3 March 2026 - 10:10 WIB

Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

19 February 2026 - 19:10 WIB

Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur

18 February 2026 - 16:10 WIB

Cara Menentukan Jumlah Baju Ideal untuk Trip Jepang

3 February 2026 - 11:30 WIB

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

2 February 2026 - 08:00 WIB

Trending on TRAVEL