Menu

Dark Mode
Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata Wanita di Jepang Ditangkap Usai Diduga Menjahit Bibir Teman Serumah Hingga Tak Bisa Bicara Nerobos Lampu Merah, Pemain Timnas Jepang Kaouru Mitoma Terlibat Kecelakaan Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun

Teknologi

Nintendo Switch 2 Tetap Rilis 5 Juni, Pre-Order Dibuka 24 April Setelah Penundaan Akibat Tarif AS

badge-check


					Nintendo Switch 2 Tetap Rilis 5 Juni, Pre-Order Dibuka 24 April Setelah Penundaan Akibat Tarif AS Perbesar

Nintendo mengumumkan pada hari Jumat bahwa pre-order untuk konsol Nintendo Switch 2 akan dibuka pada 24 April, setelah sebelumnya ditunda akibat ketidakpastian tarif impor baru dari Amerika Serikat. Meski sempat ada penyesuaian jadwal, tanggal rilis konsol ini tetap pada 5 Juni, tanpa perubahan.

Harga untuk Switch 2 tetap seperti yang diumumkan sebelumnya:

Namun, Nintendo menyatakan bahwa harga aksesori Switch 2 kemungkinan akan berubah sesuai dengan kondisi pasar yang terus berkembang. Mereka juga menyebutkan bahwa harga produk-produk Nintendo lainnya bisa saja disesuaikan di masa depan jika diperlukan.

Penundaan pre-order diumumkan pada 4 April, hanya dua hari setelah pengumuman resmi global yang awalnya dijadwalkan membuka pre-order pada 9 April. Penundaan ini bertujuan untuk “menilai dampak potensial dari tarif baru dan kondisi pasar yang berubah.”

Pada hari yang sama Nintendo mengumumkan peluncuran global Switch 2, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan tarif impor baru. Tarif dasar sebesar 10% diberlakukan mulai 5 April, dan tarif “resiprokal” terhadap banyak negara dimulai 9 April. Negara seperti Vietnam dan Kamboja terkena tarif tertinggi masing-masing 46% dan 49%, sementara Jepang dan Tiongkok dikenai tarif masing-masing 24% dan 34%.

Akibat kondisi ini, saham-saham di AS, Jepang, dan negara lain mengalami penurunan. Nintendo sendiri sudah sejak 2019 memindahkan sebagian produksi dari Tiongkok ke Vietnam, dan kini lebih dari separuh perangkat keras Nintendo untuk pasar AS diproduksi di Vietnam dan Kamboja. Nintendo juga telah menyimpan ratusan ribu unit Switch 2 di AS lebih awal, sebagai langkah antisipasi atas tarif yang akan datang.

Pre-order di Kanada juga ditunda agar sejalan dengan kebijakan di AS.

Tarif ini tidak hanya berdampak pada konsol, tetapi juga pada mainan, figur, dan merchandise lain yang diproduksi di negara-negara Asia. Namun, daftar pengecualian dari tarif tambahan yang dirilis Gedung Putih mencakup barang seperti buku cetak dan komik (termasuk manga), serta perangkat elektronik seperti smartphone dan komputer, yang tidak akan dikenakan tarif baru.

Kebijakan tarif AS ini masih sangat dinamis, dengan perubahan dan klarifikasi yang terjadi hampir setiap hari. Nintendo pun harus terus menyesuaikan strategi peluncurannya dengan kondisi global yang berubah-ubah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi