Menu

Dark Mode
Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027

News

Usai Panasonic, Nissan Dikabarkan juga Akan PHK 20.000 Karyawan Global

badge-check


					Usai Panasonic, Nissan Dikabarkan juga Akan PHK 20.000 Karyawan Global Perbesar

Nissan Motor Co., produsen mobil Jepang yang sedang kesulitan, berencana memangkas sekitar 20.000 pekerjaan di seluruh dunia, menurut sumber internal pada Senin (13/5). Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dari rencana pengurangan 9.000 pekerjaan yang diumumkan tahun lalu.

Pemangkasan tersebut mencakup sekitar 15% dari total tenaga kerja Nissan, dan diambil sebagai langkah tambahan untuk membalikkan kondisi bisnis perusahaan yang terus memburuk, terutama di pasar Amerika Serikat dan China.

Nissan juga mempertimbangkan menutup salah satu dari lima pabrik perakitan domestiknya di Jepang, sebuah langkah yang diprediksi akan menghadapi perlawanan kuat dari serikat pekerja dan pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan yang bermarkas di Yokohama ini akan mengumumkan laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir pada Maret, Selasa ini (14/5), dengan perhatian besar tertuju pada dampak tarif mobil tinggi dari Presiden AS Donald Trump.

Pada April lalu, Nissan memperkirakan akan membukukan kerugian bersih terbesar sepanjang sejarahnya, yakni antara 700 miliar hingga 750 miliar yen (sekitar Rp 70–75 triliun) akibat biaya restrukturisasi.

Restrukturisasi ini juga meliputi pembatalan proyek pembangunan pabrik baterai EV di Prefektur Fukuoka, meski sebelumnya sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah lokal.

Upaya kerja sama dengan Honda Motor Co. juga kandas, setelah pembicaraan merger gagal karena Honda mengusulkan agar Nissan menjadi anak perusahaannya — sebuah usulan yang ditolak keras oleh dewan direksi Nissan.

Langkah-langkah drastis ini diambil di bawah kepemimpinan CEO baru Ivan Espinosa, yang mulai menjabat sejak 1 April lalu.

Sebelumnya, Raksasa elektronik Jepang Panasonic juga mengumumkan pada hari Jumat pekan lalu bahwa mereka akan memangkas sekitar 10.000 pekerjaan secara global.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan

26 August 2026 - 18:10 WIB

Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV

26 August 2026 - 16:14 WIB

Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu

26 August 2026 - 16:14 WIB

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News