Menu

Dark Mode
Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

News

Kasus Bullying Serius Kembali Terjadi di SD Nasional Prestisius Tokyo, Siswa Mengundurkan Diri

badge-check


					Pict Illustration Perbesar

Pict Illustration

Seorang murid di Sekolah Dasar Nasional yang bergengsi di Tokyo, tepatnya di Sekolah Dasar yang terafiliasi dengan Universitas Tsukuba, memutuskan mengundurkan diri pada awal tahun ini setelah menjadi korban bullying, menurut sumber yang dekat dengan kasus tersebut, Senin (13/5).

Ini adalah tahun kedua berturut-turut sekolah tersebut melaporkan insiden “serius” kepada Kementerian Pendidikan Jepang.

Menurut sumber, pada tahun ajaran 2023, orang tua seorang siswa kelas enam mengadukan kasus perundungan kepada pihak sekolah setelah guru yang bersangkutan memilih untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

Dalam kasus terbaru, siswa yang bersangkutan mengalami perlakuan seperti dijauhi dan dibicarakan di belakang oleh teman-temannya. Orang tuanya lalu memutuskan untuk memindahkan sang anak ke sekolah lain pada akhir Januari.

Berdasarkan undang-undang pencegahan bullying di Jepang, suatu kasus diklasifikasikan sebagai “serius” jika menyebabkan kerusakan fisik atau mental yang parah pada siswa, atau jika siswa terpaksa absen dari sekolah dalam jangka waktu lama.

Kepala Sekolah Akihiro Sasaki menyampaikan permintaan maaf kepada media:

“Saya menyesal karena pihak sekolah gagal memberikan respons yang semestinya.”

Namun, ia menolak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan penyelidikan atas kasus tersebut belum dimulai.

Sekolah yang berlokasi di Distrik Bunkyo, Tokyo ini dikenal sebagai sekolah yang sulit dimasuki karena standar akademiknya yang tinggi, dan berada di bawah naungan Universitas Tsukuba, tempat Pangeran Hisahito — keponakan Kaisar Naruhito dan pewaris takhta kedua Jepang — saat ini menempuh pendidikan.

Menurut survei terbaru oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT), jumlah kasus bullying yang diklasifikasikan sebagai “serius” mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.306 kasus pada tahun ajaran 2023, meningkat sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan semakin proaktifnya sekolah dalam mengakui dan melaporkan kasus perundungan.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan serius yang dihadapi dunia pendidikan Jepang dalam menangani bullying, bahkan di sekolah-sekolah elit sekalipun.

Sc : kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Trending on News