Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Kasus Bullying Serius Kembali Terjadi di SD Nasional Prestisius Tokyo, Siswa Mengundurkan Diri

badge-check


					Pict Illustration Perbesar

Pict Illustration

Seorang murid di Sekolah Dasar Nasional yang bergengsi di Tokyo, tepatnya di Sekolah Dasar yang terafiliasi dengan Universitas Tsukuba, memutuskan mengundurkan diri pada awal tahun ini setelah menjadi korban bullying, menurut sumber yang dekat dengan kasus tersebut, Senin (13/5).

Ini adalah tahun kedua berturut-turut sekolah tersebut melaporkan insiden “serius” kepada Kementerian Pendidikan Jepang.

Menurut sumber, pada tahun ajaran 2023, orang tua seorang siswa kelas enam mengadukan kasus perundungan kepada pihak sekolah setelah guru yang bersangkutan memilih untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

Dalam kasus terbaru, siswa yang bersangkutan mengalami perlakuan seperti dijauhi dan dibicarakan di belakang oleh teman-temannya. Orang tuanya lalu memutuskan untuk memindahkan sang anak ke sekolah lain pada akhir Januari.

Berdasarkan undang-undang pencegahan bullying di Jepang, suatu kasus diklasifikasikan sebagai “serius” jika menyebabkan kerusakan fisik atau mental yang parah pada siswa, atau jika siswa terpaksa absen dari sekolah dalam jangka waktu lama.

Kepala Sekolah Akihiro Sasaki menyampaikan permintaan maaf kepada media:

“Saya menyesal karena pihak sekolah gagal memberikan respons yang semestinya.”

Namun, ia menolak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan penyelidikan atas kasus tersebut belum dimulai.

Sekolah yang berlokasi di Distrik Bunkyo, Tokyo ini dikenal sebagai sekolah yang sulit dimasuki karena standar akademiknya yang tinggi, dan berada di bawah naungan Universitas Tsukuba, tempat Pangeran Hisahito — keponakan Kaisar Naruhito dan pewaris takhta kedua Jepang — saat ini menempuh pendidikan.

Menurut survei terbaru oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT), jumlah kasus bullying yang diklasifikasikan sebagai “serius” mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.306 kasus pada tahun ajaran 2023, meningkat sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan semakin proaktifnya sekolah dalam mengakui dan melaporkan kasus perundungan.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan serius yang dihadapi dunia pendidikan Jepang dalam menangani bullying, bahkan di sekolah-sekolah elit sekalipun.

Sc : kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News