Menu ✖

Dark Mode
Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan

News

Kesehatan Mental Anak di Jepang Masih Buruk, Peringkat ke-32 dari 43 Negara dalam Laporan UNICEF

badge-check


					Kesehatan Mental Anak di Jepang Masih Buruk, Peringkat ke-32 dari 43 Negara dalam Laporan UNICEF Perbesar

Anak-anak di Jepang masih menghadapi masalah serius dalam kesehatan mental, menurut laporan UNICEF yang dirilis pada Rabu. Jepang menempati peringkat ke-32 dari 43 negara maju dan berkembang, terutama karena tingginya angka bunuh diri dan faktor lainnya.

Meski mengalami peningkatan dari posisi ke-37 pada tahun 2020, laporan kali ini menunjukkan bahwa tingkat bunuh diri di kalangan remaja Jepang adalah yang tertinggi keempat di antara negara-negara kaya yang disurvei—memburuk dari posisi ke-12 sebelumnya.

Sebaliknya, Jepang tetap berada di peringkat pertama dalam kategori kesehatan fisik, tak berubah dari laporan sebelumnya.

Laporan yang disusun oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) ini menganalisis negara anggota OECD dan Uni Eropa berdasarkan tiga kategori: kesejahteraan mental, kesehatan fisik, serta keterampilan akademik dan sosial.

Jepang menduduki peringkat ke-12 dalam keterampilan akademik dan sosial, meningkat dari posisi ke-27, dan berada di posisi ke-14 secara keseluruhan, naik dari posisi ke-20. Belanda menempati peringkat pertama secara keseluruhan, sementara Amerika Serikat dan enam negara lainnya tidak termasuk karena kurangnya data tentang kesehatan mental.

“Ada kesadaran yang sangat rendah bahwa anak-anak di Jepang juga memiliki masalah mental, dan kebijakan pemerintah sejauh ini belum efektif,” kata Aya Abe, profesor di Universitas Metropolitan Tokyo yang fokus pada isu kemiskinan.

Mengenai kesehatan fisik, Abe menambahkan bahwa meskipun tingkat obesitas rendah, Jepang menghadapi masalah anak-anak dengan berat badan di bawah normal.

Laporan ini juga mencatat bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak besar pada penurunan prestasi akademik serta kesehatan mental dan fisik anak-anak di negara-negara maju.

UNICEF menyerukan agar setiap negara lebih serius menangani isu-isu yang memengaruhi kesejahteraan anak-anak di tengah dunia modern yang penuh tantangan, termasuk pandemi, konflik, dan perubahan iklim.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News