Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang untuk Tagihan & Pembayaran Imigrasi Bogor Tangkap 13 WN Jepang Diduga Terlibat Penipuan Daring di Sentul Warga Jepang Mulai Dievakuasi dari Teheran di Tengah Meningkatnya Serangan AS-Israel ke Iran Survei: 40% Keluarga Berpenghasilan Rendah di Jepang Berutang Demi Biaya Masuk Sekolah Anak Presiden Prabowo Berencana Akan Kunjungi Jepang Temui PM Takaichi Akhir Maret Rekor 4,5 Miliar Yen Uang Tunai Diserahkan ke Polisi Tokyo sebagai Barang Hilang pada 2025

Culture

Budaya Tak Tertulis: Kenapa Menusuk Makanan dengan Sumpit Dianggap Tidak Sopan di Jepang?

badge-check


					Budaya Tak Tertulis: Kenapa Menusuk Makanan dengan Sumpit Dianggap Tidak Sopan di Jepang? Perbesar

Bagi kamu yang baru belajar makan dengan sumpit, menusuk makanan agar lebih mudah diangkat mungkin terasa wajar. Tapi hati-hati jika kamu melakukannya di Jepang! Menusuk makanan dengan sumpit dianggap tidak sopan, bahkan bisa menyinggung budaya lokal. Ini bukan sekadar soal etiket makan, tapi menyentuh nilai-nilai budaya yang dalam.

Yuk, kita bahas kenapa hal ini sangat dihindari dalam budaya Jepang!


1. Terkait dengan Ritual Kematian

Alasan paling utama kenapa menusuk makanan dengan sumpit dilarang adalah karena menyerupai praktik dalam ritual pemakaman.
Dalam upacara kematian di Jepang, sumpit digunakan untuk menancapkan nasi di dalam mangkuk, dan diletakkan di altar untuk roh orang yang meninggal. Jadi, menusuk makanan dengan sumpit saat makan biasa bisa dianggap menyeramkan atau membawa sial.

Hal ini juga berlaku untuk menancapkan sumpit ke dalam mangkuk nasi—larangan yang sangat kuat secara budaya.


2. Etika Makan yang Dijaga dengan Ketat

Budaya makan di Jepang sangat menjunjung tinggi kesopanan dan ketertiban. Cara menggunakan sumpit bukan hanya soal teknik, tapi juga mencerminkan rasa hormat kepada makanan, pembuatnya, dan orang-orang di sekitar.

Menusuk makanan dengan sumpit dianggap sebagai perilaku kasar dan tidak elegan, seolah-olah kamu memperlakukan makanan seperti benda mati, bukan sesuatu yang perlu dihormati.


3. Ada Cara yang Lebih Benar

Kalau kamu kesulitan mengambil makanan tertentu dengan sumpit, orang Jepang lebih memilih:

  • Menggunakan sendok kecil (terutama untuk makanan penutup atau sup)

  • Memotong makanan menjadi bagian lebih kecil dengan sumpit

  • Menggunakan kedua sumpit dengan teknik menjepit, bukan menusuk

Berlatih menggunakan sumpit dengan cara yang benar adalah bentuk penghargaan terhadap budaya Jepang.


4. Larangan Lain yang Perlu Kamu Tahu

Selain menusuk makanan, ada beberapa “tabu sumpit” lain yang penting diketahui:

  • Hashi watashi (箸渡し): Memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit antar orang—ini juga dilakukan saat upacara kremasi, sehingga dianggap tidak sopan saat makan biasa.

  • Neburi bashi (ねぶり箸): Menjilati sumpit—dianggap menjijikkan.

  • Sashi bashi (刺し箸): Menusuk makanan dengan sumpit, seperti yang kita bahas di sini.


5. Tapi Orang Jepang Juga Maklum Kalau Kamu Orang Asing

Meski menusuk makanan dengan sumpit sangat tidak disarankan, orang Jepang biasanya cukup maklum kalau kamu masih belajar. Mereka jarang akan menegur langsung, tapi akan lebih menghargai jika kamu mencoba belajar cara yang benar.


Dalam budaya Jepang, hal kecil seperti cara memegang dan menggunakan sumpit bisa punya makna besar. Menusuk makanan dengan sumpit bukan cuma dianggap tidak sopan, tapi juga bisa mengingatkan pada hal-hal yang berhubungan dengan kematian.

Jadi kalau kamu sedang makan di Jepang atau dengan orang Jepang, pastikan untuk tidak menusuk makananmu. Lebih baik pelan-pelan, tapi sopan—itu jauh lebih dihargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture