Nissan Motor Co. akan membuka program pensiun dini bagi staf administratif di Jepang pada musim panas ini, menurut sumber terpercaya pada Minggu. Ini merupakan pertama kalinya produsen mobil tersebut menawarkan program semacam itu dalam 18 tahun, sebagai bagian dari upaya pemulihan bisnisnya.
Paket pensiun dini ini akan ditawarkan pada Juli dan Agustus, dan ditujukan bagi karyawan di bagian penjualan dan akuntansi. Sementara itu, karyawan di divisi pengembangan dan produksi tidak termasuk dalam program ini.
Program ini menyasar pekerja berusia 45 hingga 64 tahun, dan merupakan bagian dari rencana Nissan yang berbasis di Yokohama untuk memangkas sekitar 20.000 pekerjaan secara global. Meskipun karyawan telah diberi pemberitahuan, jumlah pasti pelamar yang akan diterima belum diungkapkan.
Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya administratif di tengah memburuknya kondisi bisnis, yang dipengaruhi kebijakan tarif dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk pengenaan tarif 25 persen untuk mobil yang berlaku mulai April.
Menghadapi penurunan penjualan di Amerika Serikat dan China, Nissan mengumumkan langkah-langkah restrukturisasi pada Selasa lalu, bersamaan dengan laporan kerugian bersih besar sebesar 670,90 miliar yen (sekitar 4,6 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal 2024.
Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Nissan akan memangkas sekitar 15 persen tenaga kerja globalnya. Perusahaan juga berencana mengurangi jumlah pabrik kendaraan dari 17 menjadi 10 secara global hingga tahun fiskal 2027 untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas produksi.
Menurut sumber internal perusahaan, Nissan tengah mempertimbangkan penutupan dua pabrik di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, yang saat ini menyumbang sekitar 30 persen dari kapasitas produksi domestik mereka.
Sc : KN







