Menu

Dark Mode
Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027

News

Nissan Tawarkan Program Pensiun Dini, Targetkan Staf Administratif di Jepang

badge-check


					Nissan Tawarkan Program Pensiun Dini, Targetkan Staf Administratif di Jepang Perbesar

Nissan Motor Co. akan membuka program pensiun dini bagi staf administratif di Jepang pada musim panas ini, menurut sumber terpercaya pada Minggu. Ini merupakan pertama kalinya produsen mobil tersebut menawarkan program semacam itu dalam 18 tahun, sebagai bagian dari upaya pemulihan bisnisnya.

Paket pensiun dini ini akan ditawarkan pada Juli dan Agustus, dan ditujukan bagi karyawan di bagian penjualan dan akuntansi. Sementara itu, karyawan di divisi pengembangan dan produksi tidak termasuk dalam program ini.

Program ini menyasar pekerja berusia 45 hingga 64 tahun, dan merupakan bagian dari rencana Nissan yang berbasis di Yokohama untuk memangkas sekitar 20.000 pekerjaan secara global. Meskipun karyawan telah diberi pemberitahuan, jumlah pasti pelamar yang akan diterima belum diungkapkan.

Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya administratif di tengah memburuknya kondisi bisnis, yang dipengaruhi kebijakan tarif dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk pengenaan tarif 25 persen untuk mobil yang berlaku mulai April.

Menghadapi penurunan penjualan di Amerika Serikat dan China, Nissan mengumumkan langkah-langkah restrukturisasi pada Selasa lalu, bersamaan dengan laporan kerugian bersih besar sebesar 670,90 miliar yen (sekitar 4,6 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal 2024.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Nissan akan memangkas sekitar 15 persen tenaga kerja globalnya. Perusahaan juga berencana mengurangi jumlah pabrik kendaraan dari 17 menjadi 10 secara global hingga tahun fiskal 2027 untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas produksi.

Menurut sumber internal perusahaan, Nissan tengah mempertimbangkan penutupan dua pabrik di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, yang saat ini menyumbang sekitar 30 persen dari kapasitas produksi domestik mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan

26 August 2026 - 18:10 WIB

Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV

26 August 2026 - 16:14 WIB

Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu

26 August 2026 - 16:14 WIB

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News